Kemacetan Lalu Lintas di Bandung Bakal Semakin Tinggi

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Kepala  Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) II Bandung, Bambang Setiyo Prayitno, mengatakan jika KRL  melintasi Kota Bandung, idealnya, perhatikan pintu perlintasan sebidang. Pasalnya, jelas Bambang, jika KRL beroperasi, otomatis traffic bertambah.

"Akan terjadi peningkatan frekuensi penutupan pintu perlintasan, yaitu sekitar setiap 2-3 menit. Saat ini, rata-rata setiap 30 menit," tuturnya.

Jika itu terjadi, lanjut Bambang, tidak tertutup kemungkinan, kepadatan dan kemacetan lalu lintas semakin tinggi mengingat ruas jalan di Kota Bandung pendek-pendek. Hal lainnya, dalam traffic yang saat ini, cukup kerap terjadi kecelakaan pada perlintasan sebidang, yang di Kota Bandung, terdapat sekitar 32 titik, yang terdiri atas 17 titik tidak dijaga, 29 titik dijaga, dan 3 titik liar.

Karenanya, ucap Bambang, untuk merealisasikannya, perlu pertimbangan dan pemikiran yang matang. Hal itu, jelasnya, untuk meminimalisir efek beroperasinya KRL tersebut.

Bambang mengusulkan, untuk menyikapi masalah perlintasan sebidang tersebut, sebaiknya, menggunakan underpass atau flyover. "Tujuannya, lebih pada keamanan dan kenyamanan, serta kelancaran," pungkas Bambang  (win)

Baca Juga:

  • Tiket KA Arus Balik Hingga H+5 Habis Terjual
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.