Kemana Harga Emas Bergerak?

PLASADANA.COM - Mayoritas analis yang disurvei oleh kantor berita Bloomberg menyatakan harga emas bakal turun, menyusul rencana bank sentral Amerika mengurangi stimulus moneter.

Ada 12 analis yang menilai bahwa harga komoditas kuning itu akan melemah minggu depan. Sementara delapan analis menganggap harga emas bakal naik dan dua lainnya netral.

Jumlah yang menganggap harga emas turun dalam survei ini, terbanyak sejak Juni lalu.

"Sebenarnya pasar emas jauh lebih stabil saat ini," papar Ole Hansen, analis dari Saxo Bank. "Tapi kami belum akan masuk ke sana."

Sepanjang tahun ini, harga emas di bursa London, Inggris, sudah turun sebesar 18 persen. Terakhir, berengger di posisi US$ 1.372,91 per troi ons.

Bahkan sejak 2008 hingga 2011, harga emas sudah naik 70 persen. Penguatan itu seiring dengan kebijakan Federal Reserve, bank sentral Amerika yang memompa pasar dengan likuiditas lebih dari US$ 2 triliun.

Tapi kini, dorongan tersebut segera mengendur, seperti rencana bank sentral Amerika itu. Apa yang bakal terjadi selanjutnya dengan harga emas?

Penulis: Fahmi Anwari