Kemandirian ekonomi sebagai kekuatan moderasi beragama NU

·Bacaan 2 menit

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Prof Yudian Wahyudi mengatakan kemandirian ekonomi sebagai kekuatan moderasi beragama Nahdatul Ulama sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Kepala BPIP dalam siaran pers yang diterima di Yogyakarta, Minggu, menyebutkan Muktamar NU ke-34 di Lampung memiliki dampak signifikan dalam peningkatan ekonomi lokal, terutama pada sektor ekonomi kecil dan menengah.

Hal ini terlihat dari banyaknya usaha kecil dan menengah yang ambil bagian dalam meramaikan event lima tahunan tersebut di Lampung.

"Banyak pesantren mengelola usaha ekonomi kecil dan menengah, yang pada gilirannya menciptakan kemandirian ekonomi organisasi NU. Kemandirian ekonomi ini pula yang mendukung NU sebagai kekuatan NU dalam moderasi beragama di Indonesia," kata Yudian.

Kepala BPIP yang juga Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan pernah mengajar di Harvard Law School, Harvard University tersebut sangat terkesan dengan bazar muktamar NU sekaligus mengapresiasi kreativitas serta inovasi yang ditunjukkan oleh kader-kader Nahdliyin di pelosok negeri.

Dia mengatakan, dalam arus perekenomian global, NU memiliki peran strategis karena menjadi salah satu mitra penting bagi pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat Indonesia.

"Saya berharap kemandirian dan inovasi ini bisa dikembangkan lebih maju lagi, termasuk mengantisipasi tantangan ekonomi digital. Usaha ekonomi yang dilakukan kader-kader NU diharapkan turut berperan dalam pemerataan ekonomi," katanya.

Lebih lanjut, Yudian mengatakan, bahwa NU tidak hanya memiliki peran penting dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan.

"Lebih dari itu, NU memiliki pengaruh yang luas yang ditunjukkan oleh tingkat kepengurusan organisasi terluas mulai dari desa terluar hingga mancanegara," katanya.

Pada Muktamar NU ke-34, panitia bersama dengan Pemda Lampung menyelenggarakan bazar UMKM di tiga lokasi dari 21 sampai 24 Desember 2021, bazar-bazar diisi ratusan stan dari seluruh Indonesia, mulai kerajinan tangan, pakaian, hingga kuliner khas daerah di Indonesia termasuk Lampung.
Baca juga: Muktamar NU bahas soal kemandirian ekonomi hingga teknologi digital
Baca juga: Aminuddin Ma'ruf sebut muktamar ke-34 kukuhkan NU inklusif dan adaptif
Baca juga: Wakil Ketua KPK berharap NU pimpin gerakan sosial jihad lawan korupsi
Baca juga: Pengamat: Gus Yahya diharapkan jaga NU dari politik praktis

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel