Kemarahan Praveen saat Tuntutan Indonesia ke BWF Disebut Berlebih

Ridho Permana, Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVA – Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) sudah meminta maaf, meski demikian urusan dengan Indonesia belum selesai.

Kisruh All England memasuki babak baru. Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia (PP PBSI) merasa tak puas dengan permintaan maaf dari federasi tertinggi di dunia itu.

Atlet bulutangkis Indonesia pun terus meminta tanggung jawab BWF, terlebih soal perlakuan terhadap atlet usai diusir dari Ulitita Arena Birmingham.

Praveen Jordan salah satunya. Ia mengungkapkan kemarahannya saat tuntutan Indonesia disebut berlebihan oleh pengamat Eko Maung. Surat permohonan maaf saja dirasa akan mengkhawatirkan hal serupa terjadi di kemudian hari.

"Jangan sampai kejadian ini terulang lagi ke depan. Olimpiade itu di Agustus, kalau Indonesia kena lagi itu sangat merugikan sekali," ujar Praveen dalam sebuah acara televisi swasta, Rabu malam 24 Maret 2021.

"Kalau tuntutan itu berlebihan saya rasa tidak. Artinya tidak melihat perjuangan kami ini," tegasnya saat membalas ucapan Eko.

"Makanya tidak bisa tinggal diam, hargai perjuangan kami yang sudah berjuang di sana," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, pebulutangkis Indonesia dipaksa mundur oleh panitia penyelenggaran All England Open 2021 dan BWF. Mereka diminta melakukan isolasi mandiri seperti yang disampaikan oleh National Health Service (NHS) Inggris.

Alasannya, rombongan Indonesia satu pesawat dengan seorang penumpang anonim yang dinyatakan positif COVID-19. Kabar ini sontak membuat publik Indonesia marah.

Atlet Indonesia sudah sempat berlaga, namun di tengan pertandingan disuruh diusir. Bahkan disuruh jalan kaki ke hotel.