Kemarin, bahan bakar nabati hingga penipuan calon PMI di Bali

Sejumlah berita humaniora pada Kamis (22/9) telah kami rangkum untuk anda simak kembali. Beberapa di antaranya terkait dengan divesifikasi bahan bakar nabati.

Selain itu, terdapat pula warta mengenai Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang mengusut dugaan penipuan terhadap 350 calon PMI di Bali.

Berita selengkapnya dapat anda baca kembali melalui tautan berikut ini:

Periset: Indonesia perlu melakukan diversifikasi bahan bakar nabati

Pemerintah Indonesia perlu melakukan diversifikasi bahan bakar nabati (BBN) dengan memilih bahan baku yang tidak bersinggungan dengan pangan supaya harga BBN lebih stabil.

IPB dan Bundamedik kerja sama penerapan inovasi bidang kesehatan

IPB University menjalin kerja sama dengan PT Bundamedik Tbk sebagai wujud penerapan tri dharma perguruan tinggi dan penerapan inovasi dalam bidang kesehatan.

Yayasan KEHATI: Badak bermanfaat bagi kehidupan manusia

Badak tidak hanya memberikan dampak secara ekologi tapi bermanfaat kepada kehidupan manusia sehingga perlu dijaga dari ancaman kepunahan, kata Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) Rika Anggraini terkait peringatan Hari Badak Sedunia.

Bahan bakar nabati perkuat kebijakan iklim Indonesia

Yayasan Madani Berkelanjutan memandang kebijakan bahan bakar nabati atau BBN kini telah bertransformasi tidak hanya sebagai kebijakan untuk mengamankan ketahanan energi tetapi juga strategi mitigasi iklim di Indonesia.

Kemenaker usut dugaan penipuan 350 calon PMI dari Bali

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI turun tangan untuk mengusut laporan adanya 350 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang ditipu dan tidak diberangkatkan ke luar negeri oleh PT Mag Diamond sejak 2019 lalu.