Kemarin, Hari Pancasila hingga Presiden tinjau Kampus Bambu Ngada

Lima berita politik pada Rabu (1/6) yang masih menarik untuk dibaca dan menjadi perhatian publik, mulai dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila hingga Presiden tinjau Kampus Bambu di Ngada.

Klik di sini untuk berita selengkapnya

1. Presiden RI ajak anak muda bangsa bumikan Pancasila
Presiden RI Joko Widodo yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Kenegaraan Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pancasila Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengajak anak muda bangsa untuk membumikan Pancasila.

"Dari Kota Ende, saya mengajak seluruh anak bangsa di mana pun berada untuk bersama-sama membumikan Pancasila dan mengaktualisasikan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," kata Presiden dalam amanatnya di Lapangan Pancasila, Rabu pagi.

Selengkapnya di sini

2. Presiden Jokowi apresiasi teknologi pengolahan bambu di Ngada
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi penerapan teknologi pengolahan bambu yang dikembangkan para perajin bambu di Kampus Bambu Turetogo, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat berkunjung ke Kampus Bambu Turetogo bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, Rabu, Presiden menyempatkan diri meninjau berbagai produk pengolahan bambu, termasuk sepeda bambu Spedagi, serta bambu laminasi untuk tiang, dinding, dan lantai.

Selengkapnya di sini

3. Presiden Jokowi tinjau Kampus Bambu Turetogo di Ngada
Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana Jokowi meninjau Kampus Bambu Turotego di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu.

Kedatangan Presiden Jokowi dan Iriana di Kampus Bambu Turotegi disambut langsung oleh Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi dan Direktur Eksekutif Yayasan Bambu Lestari Monica Tanuhandaru.

Selengkapnya di sini

4. BPIP: Pancasila harus dipraktikan untuk respons segala tantangan
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi memandang perlu mempraktikkan ideologi bangsa secara konkret untuk merespons setiap tantangan, seperti ketegangan politik global, perkembangan teknologi, mutasi berbagai penyakit, hingga perubahan iklim.

"Di luar kita hari ini terhadap derasnya perkembangan teknologi informasi, ketegangan politik global, perubahan iklim, dan mutasi berbagai penyakit seperti halnya COVID-19 yang sekarang sudah tertangani," kata Yudian dalam pernyataan video di YouTube Sekretariat Presiden, dipantau di Jakarta, Rabu.

Selengkapnya di sini

5. Wapres: Keberhasilan pembangunan Papua ditentukan keamanan kondusif
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menekankan kondisi keamanan yang kondusif turut menjadi penentu dalam keberhasilan percepatan pembangunan di Tanah Papua.

"Kunci keberhasilan pembangunan Tanah Papua juga ditentukan situasi keamanan kondusif. Saya telah menginstruksikan aparat TNI, Polri untuk menggunakan pendekatan yang humanis, mengedepankan upaya dialogis, dan tanpa menggunakan kekerasan. Jangan kitong baku hantam sendiri," kata Wapres dalam sambutannya di acara Deklarasi Damai Papua secara daring dari Jakarta, Rabu.

Selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel