Kemarin, hilirisasi singkong hingga insentif PPnBM otomotif

·Bacaan 1 menit

Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Minggu (16/1/2022) mulai dari Kementan menggencarkan hilirisasi singkong bernilai jual tinggi hingga Presiden setujui perpanjangan insentif PPnBM otomotif.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:

1. Kementan gencarkan hilirisasi singkong bernilai jual tinggi

Kementerian Pertanian menggencarkan hilirisasi produk pangan lokal yang bernilai ekonomi tinggi, salah satunya pengembangan produk aneka olahan singkong guna menggairahkan sektor perekonomian masyarakat di pedesaan dan tingkat nasional.

Berita selengkapnya klik

2. BRI dapat alokasi KUR sebesar Rp260 triliun pada 2022

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mendapatkan alokasi sebesar Rp260 triliun atau 70 persen dari total kredit usaha rakyat (KUR) nasional yang akan disalurkan pada 2022.

Berita selengkapnya klik

3. Presiden setujui perpanjangan insentif PPnBM otomotif

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Joko Widodo telah menyetujui perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) untuk produk otomotif.

Berita selengkapnya klik

4. Erick Thohir pastikan BUMN bangun ekosistem untuk pelaku start up

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan akan membangun ekosistem untuk pelaku start up yang ada di Indonesia, dalam upaya untuk membuka peluang yang lebih besar mereka.

Berita selengkapnya klik

5. Sandiaga Uno ajak generasi milenial ambil peluang di era metaverse

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengajak generasi milenial dan Z meningkatkan kompetisi untuk mengambil peluang di era metaverse yang penuh berbagai peluang baru dalam percepatan ekonomi, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Berita selengkapnya klik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel