Kemarin, Indonesia resmi resesi hingga dampak boikot produk Prancis

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 mengalami kontraksi 3,49 persen (yoy), hingga Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengharapkan aksi boikot produk Prancis tidak merugikan toko kecil.

Berikut lima artikel ekonomi kemarin, Kamis (5/11) yang masih layak disimak hari ini, Jumat dihimpun Antara di Jakarta :

1. BPS: Ekonomi Indonesia triwulan III-2020 minus 3,49 persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 mengalami kontraksi 3,49 persen (yoy), kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Dengan demikian, maka Indonesia resmi mengalami resesi seperti yang sudah dialami berbagai negara yang terdampak COVID-19, karena selama dua triwulan berturut-turut mengalami pertumbuhan negatif.

Link : Artikel


2. KSP: Ekonomi RI lewati titik terendah dan kini menanjak pulih

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menyatakan perekonomian Indonesia sudah melampaui titik terendah dan kini mulai beranjak pulih.

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kedeputian III KSP Edy Priyono di Jakarta, Kamis, menyikapi realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2020 yang sebesar minus 3,49 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Link : Artikel

3. Pengamat: Jika Biden menang, bakal picu aliran modal masuk ke RI

Pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economic (Core) Piter Abdullah memprediksi jika Joe Biden menang dalam Pilpres AS, dalam jangka pendek mendorong aliran modal asing ke sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia, karena sesuai ekspektasi pasar.

“Dampaknya positif, dalam arti Biden ini dianggap lebih menjanjikan kepastian, sementara selama periode Trump, pasar keuangan global gonjang-ganjing karena kebijakannya ekstrim,” kata Piter dihubungi di Jakarta, Kamis.

Link : Artikel


4. Aksi boikot produk Prancis, jangan sampai rugikan toko kecil

Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengharapkan aksi boikot produk Prancis tidak merugikan toko kecil.

"Di tengah pandemi ini, diharapkan toko-toko kecil tidak bertambah bebannya akibat aksi boikot produk Prancis," ujar peneliti Indef Rusli Abdullah ketika dihubungi di Jakarta, Kamis.

Link : Artikel


5. Restrukturisasi polis korporasi Jiwasraya mencapai Rp1,03 trliun

Manajemen baru PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatat pelaksanaan program penyelamatan polis atau restrukturisasi polis nasabah korporasi sudah mencapai angka Rp1,03 triliun.

Sekretaris Perusahaan Jiwasraya, Kompyang Wibisana mengungkapkan nilai tunai yang berhasil direstrukturisasi ini berasal dari 282 pemegang polis korporasi yang menyetujui penawaran program penyelamatan polis Jiwasraya.

Link : ​​​​​​​Artikel