Kemarin, inflasi tahunan terjaga hingga pemblokiran platform

Beberapa berita ekonomi kemarin, Senin (1/8) menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca kembali, mulai dari Inflasi tahunan 4,94 persen masih relatif terjaga hingga Pemerintah diminta akomodir masukan soal pemblokiran platform.

Berikut lima berita ekonomi kemarin yang masih menarik untuk dibaca kembali:

1. Kepala BPS: Inflasi tahunan 4,94 persen masih relatif terjaga

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menyatakan inflasi Indonesia secara tahunan mengalami peningkatan menjadi sebesar 4,94 persen (yoy) pada Juli 2022, namun hal ini masih dalam kondisi yang relatif baik dan terjaga.

Baca selengkapnya di sini


2. Moeldoko ajak masyarakat diversifikasi pangan antisipasi krisis

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta seluruh elemen masyarakat mulai mempersiapkan diri dengan meningkatkan produktivitas di sektor pertanian dan melakukan diversifikasi pangan untuk mencegah krisis pangan.

Baca selengkapnya di sini


3. Sri Mulyani prediksikan ekonomi kuartal II tumbuh di atas 5 persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memprediksi ekonomi Indonesia pada kuartal II-2022 akan tumbuh di atas 5 persen seiring dengan beberapa indikator yang masih memberikan dampak sangat kuat.

Baca selengkapnya di sini


4. KSSK akan ubah pemberian restrukturisasi kredit ke sektor tertentu

Komite Stabilitas Sistem Keuangan memutuskan bahwa restrukturisasi kredit hanya akan diberikan ke targeted sector atau sektor yang masih memerlukan restrukturisasi saja.

Baca selengkapnya di sini


5. Pemerintah diminta akomodir masukan soal pemblokiran platform

Pemerintah dinilai harus bisa mengakomodir berbagai masukan dan kritik terkait kebijakan pemblokiran sejumlah situs atas Peraturan Menteri Kominfo (Permenkominfo) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

Baca selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel