Kemarin, kendaraan listrik ciptakan efisiensi hingga TKDN ponsel

Terdapat sejumlah berita penting dan menarik di bidang ekonomi pada Minggu (30/10) kemarin yang informasinya masih layak disimak pada Senin pagi ini, mulai dari kendaraan listrik ciptakan efisiensi bagi industri logistik hingga Kemenperin apresiasi industri ponsel capai TKDN 40,3 persen.

Berikut berita tersebut:

1. Kendaraan listrik ciptakan efisiensi bagi industri logistik

PT Pos Indonesia (Persero) terus melakukan migrasi kendaraan konvensional berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik sebagai langkah untuk menciptakan efisiensi dan meningkatkan produktivitas dalam mengelola bisnis logistik yang erat kaitannya dengan perjalanan.

Baca berita selengkapnya di sini


2. Airlangga: Pelatihan vokasi solusi penuhi kebutuhan tenaga kerja

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartanto menyatakan bahwa pelatihan vokasi merupakan solusi untuk melakukan percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil yang akan memegang peranan penting untuk kemajuan bangsa di masa depan.

Baca berita selengkapnya di sini


3. Konvoi 1.300 kendaraan motor listrik PLN pecahkan rekor MURI

Konvoi 1.300 kendaraan listrik dalam Electric Festival yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur di Kota Surabaya, Sabtu, memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai konvoi motor listrik terbanyak.

Baca berita selengkapnya di sini


4. Kemenperin dorong industri kulit dan alas kaki masuk ekosistem global

Kementerian Perindustrian mendukung desainer industri kulit dan alas kaki nasional mengikuti pameran internasional Asia Pacific Leather Fair (APLF) di Bangkok, Thailand pada 19-21 Oktober 2022, sebagai upaya mendorong industri persepatuan nasional untuk naik kelas dan masuk ekosistem industri global.

Baca berita selengkapnya di sini


5. Kemenperin apresiasi industri ponsel capai TKDN 40,3 persen

Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada Xiaomi Indonesia atas capaian nilai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 40,3 persen untuk smartphone Redmi A1, sehingga berhasil menekan angka impor.

Baca berita selengkapnya di sini