Kemarin, kuota Pertalite akan habis hingga perkiraan deflasi Agustus

Terdapat sejumlah berita penting dan menarik bidang ekonomi pada hari kemarin yang informasinya masih layak untuk disimak pada pagi hari ini mulai dari kuota Pertalite dan Solar habis pada Oktober, aliran modal asing keluar Rp5,28 triliun sepekan, Agustus diperkirakan deflasi, hingga laba PT Bukit Asam naik 246 persen. Berikut rangkuman berita selengkapnya.


1. Sri Mulyani perkirakan kuota Solar dan Pertalite bakal habis Oktober

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan kuota BBM bersubsidi jenis solar dan pertalite yang ditargetkan dalam APBN tahun ini akan habis pada bulan Oktober. "Kalau kita asumsikan volume konsumsi (BBM) mengikuti selama delapan bulan terakhir, kuota akan habis di bulan Oktober, kalau konsumsinya tetap sama" ujar Sri Mulyani.

Baca berita lengkapnya di sini.


2. BI catat aliran modal asing keluar Rp5,28 triliun dalam sepekan

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing keluar bersih (net outflow) senilai Rp5,28 triliun dari pasar keuangan Indonesia selama periode 22-25 Agustus 2022. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyampaikan pada periode tersebut aliran dana asing keluar dari pasar Surat Berharga Nagara (SBN) senilai Rp6,90 triliun, sementara itu terdapat aliran modal asing masuk ke pasar saham senilai Rp1,62 triliun.

Baca informasi lengkapnya di sini.


3. BI perkirakan Indonesia alami deflasi 0,13 persen di Agustus 2022

Survei Pemantauan Harga Bank Indoensia (BI) memperkirakan Indonesia akan mengalami deflasi sebesar 0,13 persen pada Agustus 2022 jika dibandingkan dengan bulan yang sebelumnya (month-to-month/mtm). Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan perkiraan tersebut berdasarkan perkembangan harga sampai dengan minggu keempat Agustus 2022.

Baca berita selengkapnya di sini.


4. Laba Bukit Asam naik 246 persen pada semester I-2022

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester pertama tahun ini dengan membukukan laba bersih sebesar Rp6,2 triliun atau naik 246 persen bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,8 triliun. Direktur Utama Bukit Asam Arsal Ismail mengatakan pencapaian laba bersih didukung dengan pendapatan sebesar Rp18,4 triliun, meningkat 79 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Tahun lalu hanya Rp1,8 triliun, sedangkan tahun ini Rp6,2 triliun," ujarnya.

Baca informasi lengkapnya di sini.