Kemarin, manufaktur RI masih ekspansif hingga lumbung pangan dunia

Terdapat sejumlah berita penting dan menarik di bidang ekonomi pada Selasa (1/11) kemarin yang informasinya masih layak disimak pada pagi ini. Mulai dari manufaktur RI konsisten ekspansif sinyal permintaan kuat, hingga pakar sebut Indonesia berpotensi jadi lumbung pangan dunia.


1. Kemenkeu: Manufaktur RI konsisten ekspansif sinyal permintaan kuat

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan konsistensi ekspansi sektor manufaktur nasional dalam 14 bulan secara berturut-turut merupakan sinyal adanya penguatan permintaan dalam negeri dan ekspor.

Baca berita selengkapnya di sini

2. Bank Mandiri berkomitmen penuhi 21-23 persen pembiayaan hijau RI

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. berkomitmen untuk secara konsisten berkontribusi sekitar 21 - 23 persen dari perkiraan kebutuhan pembiayaan hijau Indonesia yang mencapai 281 miliar dolar AS atau sekitar Rp265,3 triliun per tahun.

Baca berita selengkapnya di sini

3. Bappebti minta kawal agar kripto tidak jadi mata uang

Plt Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Didid Noordiatmoko meminta semua pihak melakukan pengawalan agar kripto tidak menjadi mata uang (currency), tetapi tetap menjadi aset.

Baca berita selengkapnya di sini

4. BI alokasikan 5 persen cadangan devisa dalam obligasi berkelanjutan

Bank Indonesia (BI) mengalokasikan sekitar lima persen dari total cadangan devisa dalam bentuk obligasi berkelanjutan, atau senilai 6 miliar dolar AS sebagai komitmen dan langkah maju dalam menjanjikan lingkungan hijau, tidak hanya sekedar menyelaraskan portofolio.

Baca berita selengkapnya di sini

5. Pakar sebut Indonesia berpotensi jadi lumbung pangan dunia

Associate Professor Bina Nusantara University Haryono menyebutkan bahwa Indonesia berpotensi menjadi lumbung pangan dunia di masa mendatang dengan iklim tropis dan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Baca berita selengkapnya di sini