Kemarin, minyak makan merah hingga rute penerbangan Denpasar-Manila

Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Senin (18/7) mulai dari Pemerintah akan mengembangkan minyak makan merah hingga Bandara Bali tambah rute penerbangan internasional Denpasar-Manila.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:


1. Pemerintah akan kembangkan minyak makan merah

Presiden RI Joko Widodo menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga di Jakarta, Senin, terkait pengembangan minyak makan merah sebagai alternatif minyak goreng yang selama ini digunakan masyarakat.

Berita selengkapnya klik

2. Kemenkeu harap kenaikan ekspor topang pertumbuhan ekonomi triwulan II

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu berharap peningkatan ekspor pada Juni 2022 seiring upaya stabilisasi harga yang semakin membuahkan hasil memberikan dukungan pada pertumbuhan ekonomi triwulan II dan tahun ini secara umum.

Berita selengkapnya klik

3. Bandara Bali tambah rute penerbangan internasional Denpasar - Manila

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terus menambah rute penerbangan internasional yang dilayani. Yang terbaru, bandara itu melayani penerbangan perdana maskapai Philippines AirAsia dengan rute Manila-Denpasar-Manila

Berita selengkapnya klik

4. Pertamina tawarkan peluang investasi transisi energi bagi negara G20

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Geothermal Energy (PGE) menawarkan peluang investasi transisi energi bagi negara-negara ekonomi besar yang tergabung dalam Kelompok Dua Puluh atau G20.

Berita selengkapnya klik

5. Mendag targetkan harga tandan buah segar sawit naik jadi Rp2.400

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menargetkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani dapat mencapai Rp2.400/kilogram.

Berita selengkapnya klik


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel