Kemarin, pemerintah waspada potensi resesi hingga urus izin cepat UMKM

Beragam informasi bidang ekonomi pada Rabu (13/7), mulai dari Menteri Keuangan mewaspadai ancaman potensi yang menghantui Indonesia hingga pengurusan perizinan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maksimal 30 menit dan gratis.

Berikut selengkapnya:

1. Sri Mulyani waspadai potensi resesi yang menghantui Indonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mewaspadai potensi resesi yang menghantui Indonesia lantaran RI masuk ke dalam peringkat 14 dari 15 negara di Asia yang kemungkinan mengalami resesi ekonomi, berdasarkan survei Bloomberg terbaru

2. Saat bagikan NIB, Presiden Jokowi kenang sulitnya miliki izin usaha

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenang sulitnya memiliki izin usaha saat ia memulai bisnis mebel pada tahun 1988 yang bernama CV Rakabu.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat membagikan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan di Gedung Nanggala, Komplek Kopassus Cijantung, Jakarta Timur.

3. Teten Masduki targetkan 2,5 juta UMKM miliki NIB tahun ini

Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menargetkan tahun ini sebanyak 2,5 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk legalitas usaha.

4. Kemenperin: Industri pengolahan sawit dongkrak ekonomi daerah

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan industri pengolahan atau hilirisasi kelapa sawit telah berkontribusi signifikan bagi perekonomian daerah, termasuk pada kesejahteraan masyarakat.

5. Bahlil: Urus izin UMKM paling cepat 30 menit dan gratis

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan mengurus perizinan untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui sistem Online Single Submission (OSS) hanya memakan waktu maksimal 30 menit dan gratis.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel