Kemarin, pengendalian wabah PMK hingga intervensi penanganan stunting

Berikut adalah sejumlah berita humaniora kemarin (4/8) yang menarik perhatian pembaca dan layak dibaca pagi ini, di antaranya pengendalian wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dan intervensi penanganan stunting.

Satgas PMK yakinkan Indonesia mampu kendalikan wabah pada hewan ternak

Pemerintah di bawah komando Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus berupaya meyakinkan internasional bahwa Indonesia mampu kendalikan wabah yang menyerang hewan ternak.

Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan PMK Wiku Adisasmito menyampaikan, Indonesia mampu mengendalikan wabah PMK dan terus berupaya agar peternak dapat terus melanjutkan kegiatannya dan mendapatkan hasil yang baik dari peternakannya.

Satgas: PMK berdampak dari ketahanan pangan hingga sektor pariwisata

Wakakordalops Satgas PMK Brigjen Pol Ary Laksmana Widjaja menyatakan wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) tak hanya berdampak pada segi ketahanan pangan, juga potensi permasalahan dari sektor pariwisata.

Ary Laksmana Widjaja dalam gelar wicara daring diikuti di Jakarta, Rabu (3/8) malam, mengatakan dari segi ketahanan pangan, akan ada rantai pasokan yang terputus jika hewan ternak sakit maupun mati.

Menkes: Pemerintah intervensi stunting ke ibu dan balita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pemerintah melakukan dua model intervensi untuk menurunkan angka stunting, yaitu bagi ibu dan balita.

"Bapak Presiden meminta agar segera dijalankan untuk 12 provinsi agar bisa mencapai target turun ke 14 persen. Kita sudah identifikasi program intervensi spesifik, dan lima itu diarahkan ke ibunya, lima diarahkan ke bayinya," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin seusai mengikuti Rapat Kerja Percepatan Penurunan Stunting untuk 12 provinsi prioritas di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis.

Wapres: Pemerintah fokus turunkan angka kasus stunting di 12 provinsi

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pemerintah fokus berusaha menurunkan angka kasus stunting di 12 provinsi prioritas, yang mencakup provinsi dengan prevalensi kasus stunting tinggi dan provinsi dengan banyak balita stunting.

"Fokus percepatan penurunan stunting pada tujuh provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi dan lima provinsi dengan jumlah balita stunting terbanyak," katanya saat menyampaikan pengantar dalam rapat kerja mengenai percepatan penurunan stunting di 12 provinsi prioritas di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis.

BMKG prakirakan sebagian wilayah Indonesia cerah berawan

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia cerah berawan pada Kamis (4/8) siang.

Dikutip dari laman bmkg,go.id di Jakarta, Kamis, disebutkan bahwa wilayah yang diprakirakan cerah berawan, yakni Bengkulu, Yogyakarta, Jakarta Pusat, Gorontalo. Semarang, Kupang, Makassar, dan Medan. Wilayah yang diprakirakan cerah adalah Surabaya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel