Kemarin, potensi penyakit jantung untuk milenial sampai penyaluran BSU

Terdapat sejumlah berita yang mendapatkan perhatian pembaca pada Rabu (9/11) mulai dari dokter meminta kelompok usia milenial mewaspadai potensi penyakit jantung.

Ada pula pemberitaan mengenai meletus Gunung Semeru, pencapaian penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU), Keuskupan Agung gelar doa bersama untuk G20 sampai penjelasan Menteri Kesehatan terkait peningkatan kasus COVID-19 beberapa waktu terakhir.

Berikut beberapa berita humaniora kemarin yang masih menarik disimak hari ini:

1. Dokter : Waspada penyakit jantung mulai menghantui kelompok milenial

Dokter Subspesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular Birry Karim mengatakan bahwa kelompok milenial perlu memperbaiki gaya hidup karena penyakit jantung mulai menyerang kelompok usia tersebut.

Baca juga: Dokter : Waspada penyakit jantung mulai menghantui kelompok milenial

2,Menaker: BSU 2022 telah tersalurkan kepada 10,3 juta pekerja

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan bahwa penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) telah diterima 10,3 juta pekerja atau 80,3 persen dari target pemerintah.

Baca juga: Menaker: BSU 2022 telah tersalurkan kepada 10,3 juta pekerja

3.Gunung Semeru meletus, lontarkan abu setinggi 1,5 kilometer

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas vulkanik erupsi yang terjadi di Gunung Semeru berupa abu yang terlempar sekitar 1.500 meter di atas puncak gunung berapi yang terletak di Jawa Timur itu.

Baca juga: Gunung Semeru meletus, lontarkan abu setinggi 1,5 kilometer

4.Keuskupan Agung Jakarta adakan doa bersama untuk kelancaran KTT G20

Keuskupan Agung Jakarta akan mengadakan doa bersama pada 12-13 November untuk kelancaran pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Baca juga: Keuskupan Agung Jakarta adakan doa bersama untuk kelancaran KTT G20

5.Menkes: Meningkatnya kasus COVID-19 akibat munculnya subvarian baru

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa kenaikan kasus COVID-19 di Tanah Air akhir-akhir ini disebabkan munculnya tiga subvarian baru.

Baca juga: Menkes: Meningkatnya kasus COVID-19 akibat munculnya subvarian baru