Kemarin, Presidensi G-20 hingga penguatan pangan

·Bacaan 2 menit

Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Sabtu (30/10) mulai dari Indonesia sebagai Presidensi G20 siap memfasilitasi upaya global untuk pulih hingga pentingnya penguatan sektor pertanian dalam menghadapi perubahan iklim.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:

1. Presidensi G20, RI fasilitasi upaya pulih bersama

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam pertemuan bersama masa Presidensi G20 di Italia, Jumat (29/10/2021), menyampaikan Indonesia sebagai Presidensi G20 siap memfasilitasi upaya global untuk pulih bersama dan lebih kuat.

"Sebagai Presidensi G20 tahun 2022, Indonesia siap untuk melanjutkan upaya ini. Pekerjaan dalam mendorong pemulihan tidak akan berhenti dalam Presidensi G20 saat ini," katanya.

Berita selengkapnya klik di sini

2. Rangkaian ISEF catat transaksi Rp25,8 triliun

Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF) ke-8 tahun 2021 mencatat transaksi senilai Rp25,8 triliun, yang bersumber dari transaksi pada pembiayaan lembaga keuangan syariah, bussiness to bussiness, transaksi bisnis kepada pelanggan, serta pameran atau exhibition.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng dalam acara Gebyar Puncak ISEF ke-8 yang digelar secara hybrid di Jakarta, Sabtu, mengatakan nilai transaksi tersebut meningkat signifikan dibanding tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp5,03 triliun.

Berita selengkapnya klik di sini

3. KKP terbitkan 25.493 sertifikat hak atas tanah bagi pembudidaya

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan telah menerbitkan sebanyak 25.493 sertifikat hak atas tanah bagi pembudidaya ikan (Prasehatkan) sejak pelaksanaan kegiatan tersebut pada tahun 2014 hingga kini.

"Prasehatkan dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan selanjutnya diusulkan kepada BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk mengikuti kegiatan sertifikasi," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu.

Berita selengkapnya klik di sini

4. PLN salurkan bantuan listrik pemerintah Rp63,18 triliun

PT PLN (Persero) telah menyalurkan bantuan listrik dari pemerintah sebesar Rp63,18 triliun hingga September 2021 untuk meringankan beban masyarakat dan industri yang terdampak pandemi COVID-19.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan bantuan listrik itu terdiri dari stimulus, subsidi, hingga kompensasi.

Berita selengkapnya klik di sini

5. Kesiapan pangan hadapi perubahan iklim

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya kesiapan sektor pertanian di tengah perubahan iklim guna menjaga stabilitas ketahanan pangan secara nasional maupun global.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, Mentan Syahrul mengatakan berbagai negara telah bersiap menyediakan pangan untuk kebutuhannya dalam beberapa waktu ke depan.

Berita selengkapnya klik di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel