Kemarin, sanksi untuk PSE sampai produksi "Dune: Part 2"

Pemerintah memberikan sanksi kepada penyelenggara sistem elektronik yang belum mendaftar sampai 20 Juli. Sementara itu, sutradara mengumumkan film "Dune: Part 2" sedang diproduksi.

Selain dua berita di atas, masih ada sejumlah berita yang tayang Selasa (19/7) namun masih layak untuk dibaca. Berikut rangkumannya;

1. Pakar gizi tak anjurkan orang tua terapkan diet vegan pada baduta

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan UI Ahmad Syafiq, Ir, MSc, PhD tidak menganjurkan orang tua menerapkan diet vegan pada anak yang masih dalam tahapan tumbuh-kembang terutama pada anak di bawah usia dua tahun (baduta).

2. Nissan Kicks generasi kedua mengaspal hari ini

Nissan pada Selasa (19/7) ini mengumumkan telah menjual mobil listrik Nissan Kicks versi terbaru di Jepang, dua tahun setelah mobil berjenis sport utility vehicle itu dikenalkan dengan teknologi unggulan e-POWER.

3. Anang Hermansyah sebut PP Ekraf berpotensi majukan karya intelektual

Musikus, produser rekaman dan politikus Anang Hermansyah mengapresiasi pengesahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang dinilainya dapat mendorong pembangunan sumber daya manusia karena berfokus pada karya intelektual.

4. Sebelum diblokir, PSE yang tak mendaftar akan ditegur dan kena denda

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan melayangkan teguran dan denda terlebih dahulu kepada Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang tidak mendaftar ke sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) hingga 20 Juli 2022, sebelum akhirnya diblokir.

5. "Dune: Part 2" mulai proses produksi

Sutradara Denis Villeneuve resmi memulai proses produksi untuk film "Dune: Part Two". Menurut laporan Variety, Selasa, syuting sekuel dilakukan di empat lokasi utama yaitu Budapest, Abu Dhabi, Yordania, dan Italia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel