Kemarin, seleksi Komnas HAM hingga Susi Air dilaporkan hilang kontak

Beberapa berita hukum kemarin, Kamis, menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca kembali, dari Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2022-2027 mengumumkan 27 nama atau calon lolos seleksi dialog publik hingga Pesawat Susi Air jenis Pilatus Porter PC-6 dengan nomor penerbangan PK- BVM dilaporkan hilang kontak.

Berikut lima berita hukum kemarin yang masih menarik untuk dibaca kembali:

Komnas HAM umumkan 27 nama lolos seleksi dialog publik

Panitia Seleksi (Pansel) Calon Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2022-2027 mengumumkan 27 nama atau calon lolos seleksi dialog publik yang diadakan pada 8 hingga 9 Juni 2022

Selengkapnya baca di sini

Polresta Balikpapan memusnahkan 2 kg sabu-sabu

Polresta Balikpapan memusnahkan 2 kg barang bukti amfetamin alias sabu-sabu yang disita dari empat tersangka pengedar narkoba.

Selengkapnya baca di sini

Pemuda Ansor apresiasi polisi tindak pimpinan Khilafatul Muslimin

Pemuda Ansor Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengapresiasi polisi menindak pimpinan dan ketua kelompok Khilafatul Muslimin untuk diproses secara hukum, karena bisa memecahkan belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Selengkapnya baca di sini

KPK benarkan menyidik dugaan korupsi pengadaan LNG di Pertamina

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan sedang menyidik kasus dugaan korupsi terkait pengadaan "liquefied natural gas" (gas alam cair/LNG) di PT Pertamina (Persero) tahun 2011-2021.

Selengkapnya baca di sini

Pesawat Susi Air dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan ke Timika

Pesawat Susi Air jenis Pilatus Porter PC-6 dengan nomor penerbangan PK- BVM dilaporkan hilang kontak, Kamis, sekitar pukul 08.20 WIT dalam penerbangan ke Timika, Papua.

Selengkapnya baca di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel