Kemarin, Situasi arus balik hingga sopir bus kecelakaan maut ditangkap

Beberapa berita hukum kemarin, Kamis, menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca kembali, dari situasi arus lalu lintas dari Pelabuhan Merak menuju Tol Merak-Tangerang mulai dipadati kendaraan bermotor yang didominasi roda empat pada H+2 Lebaran 2022 hingga sopir bus kecelakaan maut di Sumatera ditangkap di Serang.

Berikut lima berita hukum kemarin yang masih menarik untuk dibaca kembali:

Situasi lalu lintas menuju Tol Merak-Tangerang terpantau padat

Situasi arus lalu lintas dari Pelabuhan Merak menuju Tol Merak-Tangerang mulai dipadati kendaraan bermotor yang didominasi roda empat pada H+2 Lebaran 2022.

Selengkapnya baca di sini

Polri siapkan strategi urai kepadatan arus balik di tol dan pelabuhan

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan Polri bersama instansi terkait telah menyiapkan strategi untuk mengurai kepadatan arus balik Lebaran 2022 di jalan tol dan pelabuhan.


Selengkapnya baca di sini

Polri terapkan one way dari Km 188 Palimanan-Km 72 Cikampek siang ini

Korlantas Polri mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) dari Gerbang Tol (GT) Palimanan Utama Km 188 sampai dengan Tol Jakarta Cikampek Km 47 pada Kamis ini.

Selengkapnya baca di sini

Kemenhub siapkan KA dengan kapasitas 5.600 per hari di Pelabuhan Merak

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Edi Nursalam mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan kereta api dengan kapasitas 5.600 orang per hari untuk mengangkut penumpang dari Pelabuhan Merak.

Selengkapnya baca di sini

Sopir bus kecelakaan maut di Sumatera ditangkap di Serang

Kepolisian Resor (Polres) Serang Kota, Provinsi Banten, menangkap DN, sopir Bus Family Raya Ceria, yang melarikan diri pasca-kecelakaan maut di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, pada 29 April 2022.

Selengkapnya baca di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel