Kemarin, waspada dehidrasi anak hingga pengaktifan RSDC Wisma Atlet

Sejumlah berita humaniora Kamis (10/11) kemarin masih menarik untuk disimak, mulai dari mewaspadai dehidrasi pada anak hingga rencana pemerintah mengaktifkan kembali layanan isolasi terpusat di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC-19) Wisma Atlet.

Berikut berita selengkapnya:

- Dokter: Waspada dehidrasi pada anak diare yang bisa sebabkan kematian

Dokter spesialis anak dr. Syahminar Rahmani, Sp.A mengingatkan bahwa orang tua perlu waspada pada tanda dehidrasi saat anak mengalami diare karena jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kematian.

Berita selengkapnya di sini

- Mendikbudristek sebut 70.579 sekolah terima bantuan perangkat TIK

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebut sebanyak 70.579 sekolah formal telah menerima bantuan perangkat teknologi informasi komunikasi (TIK) pada 2020 hingga 2022.

Berita selengkapnya di sini

- Menkes minta perguruan tinggi produksi lebih banyak dokter spesialis

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta kepada seluruh perguruan tinggi untuk memproduksi lebih banyak dokter spesialis karena belum meratanya jumlah dokter di seluruh Indonesia.

Berita selengkapnya di sini

- Wamenag minta generasi muda kuasai dunia digital untuk lawan hoaks

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi meminta generasi muda untuk menguasai dunia digital guna melawan banyaknya berita bohong (hoaks) serta narasi yang bertolak belakang terhadap ideologi negara yang beredar di ruang digital.

Berita selengkapnya di sini

- Kemenkes berkoordinasi aktifkan Wisma Atlet antisipasi kenaikan kasus

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengaktifkan kembali layanan isolasi terpusat di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC-19) Wisma Atlet untuk mengantisipasi kenaikan kasus.

Berita selengkapnya di sini