Kematian Bayi di RSUD Jombang saat Persalinan, 3 Dokter dan 7 Bidan Diperiksa Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi melakukan penyelidikan terkait dengan kematian bayi saat persalinan di RSUD Jombang. 10 orang saksi yang terdiri dari 3 dokter dan 7 bidan diperiksa polisi terkait dengan kasus tersebut.

Pemeriksaan terhadap 3 dokter dan 7 orang bidan yang menangani persalinan bayi dari pasangan suami istri (pasutri) Yopi Widianto (26) dan Rohma Roudotul Jannah (29) ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha.

da menyatakan, penyidik Polres Jombang pada Rabu (3/8) ini telah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang tenaga kesehatan (nakes) dari RSUD Jombang dan 3 nakes dari puskesmas Sumobito. Ke 10 nakes itu, dimintai keterangannya terkait dengan proses persalinan hingga menyebabkan meninggalnya bayi dari pasutri tersebut.

"Hari ini ada 7 orang tenaga kesehatan dari rumah sakit (RSUD) Jombang yang sudah kita periksa. Ke 7 orang itu terdiri dari 3 dokter dan 4 bidan rumah sakit," tukasnya saat dikonfirmasi merdeka.com.

da menambahkan, selain melakukan pemeriksaan terhadap nakes dari pihak rumah sakit, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap tenaga kesehatan yang ada di puskesmas, faskes awal pasutri tersebut dirawat.

Ke 3 orang nakes dari puskesmas dimintai keterangan terkait kasus tersebut, hingga kini masih berlangsung.

"Ini masih berlangsung ya," tegasnya.

Hasil Pemeriksaan Dilaporkan ke IDI dan IBI

Dia menyatakan, jika pemeriksaan hari ini dapat diselesaikan, maka secepatnya dia akan berkonsultasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Selain itu, pihaknya juga akan membawa sejumlah dokumen, yang diakui didapatnya dari rumah sakit.

"Setelah kita rampungkan, kalau pemeriksaan selesai hari ini kita langsung ke IDI dan IBI. Ada beberapa dokumen yang diserahkan RSUD seperti rekam medik dan sebagainya, nanti kami akan serahkan pada IDI dan IBI juga," kata dia.

Terkait perkara ini, dia mengimbau masyarakat agar tidak menghakimi kasus ini lebih dulu. Sebab, dia menilai biar ahli yang nantinya memberikan penilaian dan mengkaji serta berbicara benar salah atas kasus ini.

"Saya mengimbau masyarakat jangan menghakimi secepat itu. Biar ahli yang menilai, ahli lah yang akan mengkaji dan berbicara, gimana benar, keliru, salah dan sebagainya," ujar dia.

Kasus Viral di Media Sosial

Sebelumnya, viral di media sosial ibu hamil di Jombang dipaksa lahiran normal dan kemudian bayi meninggal dunia. Peristiwa terjadi RSUD Kabupaten Jombang. Bayi tersebut merupakan anak dari pasangan Yopi Widianto (26) dan Rohmah Roudlotul Jannah (29), warga Dusun Selombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang.

RSUD Jombang, membenarkan kematian seorang bayi karena penanganan medis oleh sejumlah dokter di rumah sakit pelat merah itu. Namun, pihak rumah sakit mengklaim telah sesuai prosedur penanganannya.

Berawal datang pasien rujukan puskesmas Sumobito pada kamis (28/7) lalu atas indikasi preeklamsia atau keracunan kehamilan. Pasien masuk RSUD sekitar pukul 10.50 WIB. Pasien itu adalah Rohmatul Jannah yang hendak melahirkan bayinya.

“Kondisi ibu baik, sudah masuk fase aktif dalam artian ada pembukaan jalan lahir,” kata Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Jombang, Dr M Vidya Buana kepada wartawan, Senin (1/8).

Dalam artian kepala janin sudah masuk dasar panggul. Keputusannya sudah terjadi pembukaan oleh dokter sesuai standar diupayakan lahir normal atau pervaginam.

Sembari melihat kondisi janin, setelah pembukaan lengkap tim dokter melakukan pertolongan persalinan.

“Sampai kepala bisa lahir, setelah itu terjadi kemacetan proses melahirkan, kita mengistilahkan sistosia bahu, macet pundak,” jelas dia.

Kemudian dilakukan berbagai macam upaya, mulai dari beragam manufer dikerahkan oleh tim ekspert dokter, ada 3 dokter SPOG mendampingi proses persalinan. Setelah dilakukan upaya sedemikian rupa, janin masih dalam kondisi macet.

“Kemudian kondisi bayi tidak bisa diselamatkan,” ujar dia.

Prioritas selanjutnya adalah menyelamatkan orang tua korban, fokus menyelamatkan kondisi ibu. pihak dokter melakukan operasi untuk mengangkat janin. Karena separuh sudah lahir (bagian kepala) diputuskan dilakukan proses dekapitasi. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel