Kematian Karena Covid-19 Meningkat, Satgas Minta Alur Rujukan Pasien Dipersingkat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito meminta pemerintah daerah dan dinas kesehatan mempersingkat alur rujukan pasien Covid-19. Permintaan ini disampaikan akibat kasus kematian akibat virus Corona meningkat.

"Saya mohon pemerintah daerah bersama dinas kesehatan mempersingkat alur rujukan pasien Covid-19 seefisien mungkin agar betul-betul kasus (kematian Covid-19) bisa ditekan," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (5/1/2021).

Wiku menyebut, ada dua hal yang menyebabkan pasien Covid-19 meninggal. Pertama, karena pemerintah daerah tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada pasien Covid-19. Kedua, karena pasien terlambat mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat proses rujukan yang panjang.

Dia menjelaskan, pada periode 27 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021 kasus kematian Covid-19 naik 0,3 persen. Angka ini lebih kecil dari periode 20 sampai 26 Desember 2020 yang meningkat 20 persen.

Pada periode 27 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021, ada lima provinsi yang mencatat kenaikan kasus kematian tertinggi akibat Covid-19. Yakni, Jawa Timur naik 53 kasus, dari 373 menjadi 426. Kalimantan Utara naik 20 kasus, dari 2 menjadi 22.

DKI Jakarta naik 20 kasus, dari 117 menjadi 137. Sulawesi Tenggara naik 15 kasus, dari 7 menjadi 22. Lampung naik 12 kasus, dari 14 menjadi 26.

"Meskipun persentase penambahan kematian mengalami penurunan dari minggu sebelumnya namun pada minggu ini di lima besar terdapat empat provinsi yang sebelumnya tidak masuk ke dalam lima besar kenaikan kematian tertinggi (yakni Kalimantan Utara, DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara dan Lampung)," tandas Wiku.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Satgas: Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 Menipis

Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan penyumbang kasus positif Corona berasal dari kota-kota besar di Pulau Jawa saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (31/12/2020). (Tim Komunikasi Satgas COVID-19)
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan penyumbang kasus positif Corona berasal dari kota-kota besar di Pulau Jawa saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (31/12/2020). (Tim Komunikasi Satgas COVID-19)

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, keterisian tempat tidur untuk pasien virus Corona baik di ICU maupun ruang isolasi semakin meningkat. Wiku menekankan kondisi ini menjadi alarm bahwa Indonesia tengah berada dalam kondisi darurat.

"Jika dilihat pada tren perkembangannya, keterisian ruang ICU dan isolasi secara nasional ini semakin meningkat dan mengkhawatirkan," ujar Wiku dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (5/1/2021).

"Hal ini dapat menjadi alarm bagi kita bahwa kita sedang dalam keadaan darurat, yang ditandai dengan ketersediaan tempat tidur yang semakin menipis," sambungnya.

Dia memaparkan, keterisian tempat tidur di ICU dan ruang isolasi untuk pasien Covid-19 di beberapa daerah sudah melebihi 70 persen per 2 Januari 2021.

Kondisi ini terjadi di DKI Jakarta, Banten, D.I Yogyakarta, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Wiku menyebut, sedikitnya tempat tidur yang tersisa untuk pasien Covid-19 belum tentu dapat digunakan. Selain terbatasnya tenaga kesehatan, jumlah dokter yang meninggal selama pandemi Covid-19 juga bertambah.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: