AS Kembali Blok Draf Resolusi DK PBB Soal Kekerasan di Timur Tengah

·Bacaan 2 menit

VIVAAmerika Serikat (AS) pada Senin 17 Mei 2021 kembali memblokir, untuk ketiga kalinya dalam seminggu, adopsi pernyataan bersama Dewan Keamanan PBB yang menyerukan dihentikan kekerasan Israel-Palestina. Keputusan AS itu memicu diadakannya sesi tertutup darurat baru yang akan dilakukan, Selasa 18 Mei 2021.

Draf resolusi yang dirancang oleh China, Tunisia dan Norwegia itu diserahkan Minggu malam untuk persetujuan 15 anggota dewan, pada Senin, di saat jet tempur Israel terus menghantam Jalur Gaza. Jumlah korban tewas dari kekerasan di Jalur Gaza dan Tepi Barat selama seminggu ini melampaui 200 orang.

Seorang diplomat AS, menyatakan Amerika Serikat saat ini tidak dapat mendukung ekspresi dari Dewan Keamanan, seperti dilansir dari CNA, Selasa 18 Mei 2021.

Rancangan draf resolusi terbaru yang dilihat oleh AFP, menyerukan "penurunan situasi, penghentian kekerasan dan penghormatan terhadap hukum kemanusiaan internasional, termasuk perlindungan warga sipil, terutama anak-anak."

Resolusi itu menyuarakan "keprihatinan besar" dewan di Gaza dan "keprihatinan serius" tentang kemungkinan penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem Timur. Serta, menentang "tindakan sepihak" yang kemungkinan akan meningkatkan ketegangan lebih lanjut.

Rancangan tersebut juga menyambut upaya internasional untuk meredakan situasi, tanpa mengacu pada Amerika Serikat, dan menegaskan kembali dukungan dewan untuk negosiasi solusi dua negara, yang memungkinkan Israel dan Palestina untuk hidup berdampingan dalam damai, dalam perbatasan yang aman dan diakui.

Misi diplomatik Norwegia untuk PBB mengumumkan bahwa Dewan Keamanan akan mengadakan pertemuan tertutup darurat baru tentang konflik Israel-Palestina pada hari Selasa. Ini merupakan pertemuan darurat yang keempat sejak 10 Mei.

"Situasi di lapangan terus memburuk. Warga sipil yang tidak bersalah terus terbunuh dan terluka. Kami ulangi: hentikan pertempuran. Akhiri permusuhan sekarang," kata delegasi Norwegia di Twitter.

Dewan Keamanan telah mengadakan tiga pertemuan darurat terkait meningkatnya kekerasan di Timur Tengah dalam seminggu terakhir. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, menggarisbawahi pentingnya mengambil posisi yang terkonsolidasi dalam konflik tersebut.

"Saya benar-benar akan menyatakan kembali kebutuhan akan suara yang sangat kuat dan bersatu dari Dewan Keamanan, yang menurut kami akan berpengaruh," katanya dalam konferensi pers.

Juru Bicara Majelis Umum PBB, Brenden Varma, mengatakan, Majelis Umum PBB akan mengadakan debat langsung tentang bentrokan Israel-Palestina pada hari Kamis pukul 14.00. Menurut para diplomat, sidang akan berlangsung di tingkat menteri, dan beberapa pejabat pemerintah sudah menyatakan akan ambil bagian.