Kembali ke Setelan Pabrik, Lawan Singapura Jadi Permainan Terburuk Timnas Indonesia pada Piala AFF 2020

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Geregetan. Kata itu mungkin paling pantas dirasakan para pencinta Timnas Indonesia. Bagaimana tidak, setelah tampil memesona kontra Malaysia, Evan Dimas dkk. malah loyo saat bersua Singapura pada semifinal Piala AFF 2020, Rabu (22/12/2021).

Timnas Indonesia memimpin terlebih dulu melalui gol Witan Sulaeman pada menit 28'. Namun, asa Skuad Garuda meraih kemenangan pada laga ini harus pupus setelah Ikhsan Fandi Fandi membobol gawang Nadeo Argawinata pada menit 70'.

Secara kasat mata, terlihat betul performa anak asuh Shin Tae-yong menurun pada babak kedua. Pelatih asal Korea Selatan itu juga mengakui bahwa Timnas Indonesia mengalami kelelahan.

"Pastinya hasil hari ini tidak memuaskan. Saya menduga anak-anak capek sekali dan inilah saatnya. Tapi memang lebih baik sekarang bertanding dan capek sekalian, jadi kami bisa persiapan untuk leg kedua seperti apa," ujar Shin Tae-yong.

"Seperti yang saya bilang tadi, ini laga susah karena memang capek secara fisik, jadi babak kedua sama-sama terlihat lelah, akhirnya membuat Singapura lebih banyak menyerang. Masih ada waktu untuk istirahat pemulihan pemain dan kami akan mempersiapkannya dengan baik," kata juru taktik asal Korea Selatan itu menambahkan.

Bagi Timnas Indonesia, kegagalan mereka meraih poin penuh pada laga ini tak lepas dari kurang menggigitnya permainan mereka. Bahkan, secara statistik, capaian para penggawa Indonesia pada laga ini terhitung paling buruk sepanjang perjalanan mereka pada Piala AFF 2020.

Apa saja data yang menunjukkan performa para penggawa Skuad Garuda pada laga ini tak sebaik sebelumnya? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

Rating

Timnas Indonesia Piala AFF 4 (Bola.com/Adreanus Titus)
Timnas Indonesia Piala AFF 4 (Bola.com/Adreanus Titus)

Dalam pertandingan ini, rating rata-rata para penggawa Timnas Indonesia merupakan yang paling rendah dibanding rating mereka pada ajang Piala AFF 2020. Pada laga ini, rating 16 pemain yang diturunkan berada di angka 6,23.

Sebelumnya, rating rata-rata paling rendah skuad Garuda pada ajang ini mereka dapatkan pada laga perdana, kontra Kamboja. Pada pertandingan tersebut, rating rata-rata mereka berada di angka 6,34.

Sementara itu, rating tertinggi Indonesia pada ajang ini terjadi pada laga kontra Malaysia. Dalam laga tersebut, Evan Dimas dan kawan-kawan mendapat nilai rata-rata 6,43.

Melempem di Depan

Dedik Setiawan. Striker milik Arema FC berusia 27 tahun ini tampil 45 menit sebelum digantikan Ezra Walian di awal babak kedua. Ia tampil nyaris tanpa peluang dan kehilangan kecepatan serta naluri mencetak golnya. Ia hanya mendapat nilai 6. (AFP/Roslan Rahman)
Dedik Setiawan. Striker milik Arema FC berusia 27 tahun ini tampil 45 menit sebelum digantikan Ezra Walian di awal babak kedua. Ia tampil nyaris tanpa peluang dan kehilangan kecepatan serta naluri mencetak golnya. Ia hanya mendapat nilai 6. (AFP/Roslan Rahman)

Salah satu faktor yang membuat Timnas Indonesia gagal menang pada laga ini adalah melempemnya lini penyerangan mereka. Pada laga ini, bisa dibilang, Skuad Garuda tak banyak memberi ancaman ke pertahanan Singapura.

Pada laga kontra Singapura, Indonesia hanya melepas lima tembakan, yang dua di antaranya mengarah ke gawang. Sementara, rata-rata, dari empat laga sebelumnya, Timnas Indonesia melepas 11,75 tembakan, yang 5,25 di antaranya mengarah ke gawang.

Untuk urusan akurasi pun, Timnas Indonesia mengalami penurunan. Dalam laga kontra Singapura, akurasi tembakan mereka hanya berada di angka 40%. Sementara, rata-rata akurasi tembakan Skuad Garuda pada empat laga sebelumnya mencapai 44,68%.

Distribusi Tak Berjalan Lancar

Di barisan pemain pengganti, Elkan Baggott, Evan Dimas dan Hanis Saghara mendapat nilai 6. Sementara Ezra Walian yang kurang mampu menerapkan taktik Shin Tae-yong akhirnya diganti mendapat nilai 5,5 sama dengan Yabes Roni yang baru masuk di injury time babak kedua. (AFP/Roslan Rahman)
Di barisan pemain pengganti, Elkan Baggott, Evan Dimas dan Hanis Saghara mendapat nilai 6. Sementara Ezra Walian yang kurang mampu menerapkan taktik Shin Tae-yong akhirnya diganti mendapat nilai 5,5 sama dengan Yabes Roni yang baru masuk di injury time babak kedua. (AFP/Roslan Rahman)

Selain intensitas tembakan, yang berkurang pada laga ini adalah jumlah umpan yang dilepaskan para penggawa Timnas Indonesia. Pada laga ini, Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan hanya melepaskan 343 umpan. Sementara, dalam empat laga sebelumnya, mereka rata-rata melepas 358,25 umpan.

Untuk urusan akurasi pun, skuad besutan Shin Tae Yong tersebut pun mengalami penurunan pada laga kontra Singapura. Dalam laga ini, mereka mencatatkan akurasi umpan sebesar 74,6%. Sementara, pada empat laga sebelumnya, mereka rata-rata mencatatkan akurasi umpan sebesar 79,2%.

Lini Belakang Kerja Keras

Setelah tertinggal, Singapura gencar menekan pertahanan Indonesia. Namun peran Alfeandra Dewangga sebagai pemutus serangan di lini tengah Timnas Garuda masih mampu meredamnya. Hingga babak pertama usai skor 1-0 masih bertahan. (AFP/Roslan Rahman)
Setelah tertinggal, Singapura gencar menekan pertahanan Indonesia. Namun peran Alfeandra Dewangga sebagai pemutus serangan di lini tengah Timnas Garuda masih mampu meredamnya. Hingga babak pertama usai skor 1-0 masih bertahan. (AFP/Roslan Rahman)

Pada laga ini, lini belakang Indonesia dipaksa bekerja keras oleh barisan penyerangan Singapura. Hal ini tampak dari sejumlah parameter pertahanan Alfeandra Dewangga dan kawan-kawan.

Memang, pada laga ini, mereka hanya melepas delapan tackle. Sementara, rata-rata, dalam empat laga sebelumnya, mereka melepas 11,75 tackle dalam tiap pertandingan.

Namun, untuk sejumlah aksi bertahan yang lain, skuad Indonesia harus bekerja keras. Dalam laga ini, mereka mencatatkan 20 sapuan dan 24 intersep. Sementara, pada empat laga sebelumnya, mereka rata-rata mencatatkan 16,5 sapuan dan 13 intersep.

Data diolah dari: lapangbola dan AFF 2020 Official Site

Disadur dari: Bola.net (Dendy Gandakusumah)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel