AS Kembali Waswas, Jumlah Rawat Inap Akibat COVID-19 Kembali Tembus 100 Ribu

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, New York - Lebih dari 103.000 orang saat ini dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 di Amerika Serikat.

Ini menjadi yang pertama kalinya totalnya mencapai enam angka setelah terjadi hampir empat bulan lalu, kata CNN mengutip data terbaru dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat.

Dikutip dari laman Xinhua, Rabu (5/1/2022), rawat inap COVID-19 di AS mencapai rekor tertinggi lebih dari 142.000 sekitar setahun yang lalu, pada 14 Januari 2021 dan terakhir mencapai 100.000 pada 11 September.

Totalnya turun menjadi sekitar 45.000 rawat inap pada awal November 2021, tetapi terus meningkat sejak saat itu. dan melonjak minggu lalu.

Sejumlah negara bagian di AS juga melaporkan lonjakan jumlah anak yang dirawat di rumah sakit, dan data resmi minggu lalu menunjukkan bahwa penerimaan rumah sakit anak mencapai rekor tertinggi.

Di Illinois, jumlah itu hampir tiga kali lipat sejak Desember 2021.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Belum Divaksinasi COVID-19

Ilustrasi vaksin corona, vaksin covid-19. Kredit: fernando zhiminaicela via Pixabay
Ilustrasi vaksin corona, vaksin covid-19. Kredit: fernando zhiminaicela via Pixabay

Rawat inap terjadi pada mereka yang dilaporkan belum menerima vaksinasi COVID-19.

Menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, tingkat rawat inap kumulatif hingga November sekitar delapan kali lebih tinggi untuk orang dewasa yang tidak divaksinasi.

Angka itu sekitar 10 kali lebih tinggi untuk anak-anak yang tidak divaksinasi berusia 12 hingga 17 tahun.

Infografis Perang Global Melawan Corona

Infografis Perang Global Melawan Corona (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Perang Global Melawan Corona (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel