Kembalinya Kebiasaan Berkumpul dan Berjabat Tangan Setelah Pandemi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Saat bertemu dengan seseorang, kita telah terbiasa menyapanya dengan berjabat tangan atau bahkan berpelukan. Namun penyebaran virus covid-19 telah membuat kita semua tidak bisa melakukan kontak fisik dengan orang lain, seperti berjabat tangan atau berpelukan.

Dilansir dari metro.co.uk, para ahli mengatakan setelah pandemi berakhir, tidak dianjurkan untuk melakukan jabat tangan karena dapat meningkatkan penyebaran virus tidak hanya covid-19 tetapi juga virus lain seperti influenza.

Namun tahukah Anda bahwa dengan melakukan pelukan, bersosialisasi dan berkumpul, serta berjabat tangan memiliki alasan yang penting baik dalam segi sosial, psikologis, dan biologis?

Hilangnya sentuhan dapat memberikan dampak yang buruk bagi seseorang. Namun berjabat tangan, pelukan, dan bersosialisasi memiliki manfaat jangka panjang.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pentingnya sentuhan kontak fisik

Ilustrasi bersalaman | fauxels dari Pexels
Ilustrasi bersalaman | fauxels dari Pexels

Sejak lahir, kontak fisik dapat meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi stress, serta dapat membangun koneksi dengan orang yang kita cintai. Ketika kita baru lahir, biasanya para orang tua melakukan skin-to-skin dengan kulit bayi karena dapat mengatur detak jantung serta dapat menenangkan ibu dan bayi secara emosional.

Melakukan kontak fisik seperti berpegangan tangan dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mengurangi stress. Selain itu, berjabat tangan juga merupakan suatu budaya penting yang untuk membangun kepercayaan dengan seseorang.

Kebiasaan berkumpul

ilustrasi berkumpul dengan keluarga saat buka bersama/pexels
ilustrasi berkumpul dengan keluarga saat buka bersama/pexels

Dalam sebuah penelitian telah ditemukan bahwa banyak orang yang merasa khawatir dengan kebiasaan berkumpul karena pandemi covid-19 ini, bahkan ketika pandemi ini telah selesai.

Namun berkumpul dapat membantu kita dalam bersosialisasi. Ketika suasana hati kita sedang baik-baik saja, kerumunan seperti acara pernikahan, konser, dan berbagai acara lainnya, dapat membangun solidaritas, dan kebersamaan.

Mengembalikan kebiasaan lama

ilustrasi berkumpul dengan keluarga saat bulan puasa/pexels
ilustrasi berkumpul dengan keluarga saat bulan puasa/pexels

Pandemi covid-19 membuat seseorang memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kesehatan dan kebersihan di sekitar mereka. Namun kebiasaan bersosialisasi sebagai makhluk sosial membuat kita semua sulit untuk melakukan social distancing.

Setelah pandemi covid-19 berakhir, kita perlu menyeimbangkan kebiasaan lama dan kebiasaan baru. Ketika kebijakan yang mencegah kita berkumpul secara fisik akan dicabut, tentunya kita dapat berjabat tangan atau berpelukan. Namun tetap mempertahankan kebersihan kita dengan baik.

Penulis:

Stephanie

Universitas Multimedia Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel