Kembangkan Bisnis Berkelanjutan, Kinerja Keuangan BNBR Kian Membaik

·Bacaan 3 menit

VIVA – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tengah menjalankan manuver bisnis baru seiring dengan perkembangan bisnis berkelanjutan dan teknologi digital. Dengan berbagai langkah yang dilakukan kinerja keuangan perusahaan pun terus membaik.

Presiden Direktur BNBR Anindya Bakrie mengatakan, pilihan sektor bisnis yang ditekuni selama ini telah terbukti mampu membawa BNBR melewati berbagai macam krisis dan tantangan. Pertumbuhan perusahaaan terus terjadi.

“Alhamdulillah, hingga saat ini kami bisa terus menjaga pertumbuhan perusahaan dan melewati pasang-surutnya dunia usaha, berbekal resiliensi dari sektor-sektor usaha yang kami miliki,” ucap dia dikutip dari keterangannya, Senin, 2 Agustus 2021.

Baca Juga: Manuver Bisnis Baru, BNBR Ingin Naik Kelas ke Perusahaan Berkelanjutan

Anindya mengakui, pandemi yang berkepanjangan ini memang berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan. Namun, secara bertahap perusahaan dapat membalik kinerja negatif tersebut.

“Dapat dilihat dari laporan keuangan tengah tahun 2021 yang baru saja kami terbitkan, upaya-upaya efisiensi di berbagai sektor yang kami lakukan sepanjang tahun telah membuahkan hasil yang menggembirakan,” ujarnya.

Anin panggilan akrabnya menambahkan, dalam menjalankan efisiensi perusahaan, beberapa cara yang manajemen BNBR tempuh termasuk langkah-langkah penghematan, penurunan biaya-biaya, hingga penjadwalan ulang pembayaran kewajiban.

Salah satu indikator perbaikan yang terlihat adalah nilai rugi usaha yang besarannya membaik. Pada tengah tahun ini, BNBR mencatat rugi bersih Rp43 miliar, lebih baik dari rugi bersih semester I-2020 sebesar Rp121 miliar lebih.

Sementara itu, pendapatan perusahaan pada semester I-2021 berada di angka Rp1,038 triliun, turun 21 persen dibanding tahun lalu. Sejalan dengan itu, secara proporsional Cost of Good Sold (COGS) juga mengalami penurunan sebesar 21 persen.

Selain mengendalikan COGS, BNBR juga berhasil melakukan efisiensi sebesar 27 persen pada beban usaha dibanding periode yang sama tahun lalu, yang menjadi indikasi positif atas upaya efisiensi yang dilakukan oleh Bakrie & Brothers.

Seperti diketahui, Bakrie & Brothers kini tengah merintis beberapa sektor usaha yang tergolong dalam bisnis baru yang berkelanjutan. Di antaranya Bakrie Autoparts, yang tengah memasok unit bus listrik kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Transjakarta.

Sebanyak 30 unit bus akan segera digunakan oleh pihak Transjakarta. Ke depan BNBR juga telah berkomitmen menyediakan tambahan unit berikutnya, demi memenuhi target DKI Jakarta sebanyak 100 unit bus listrik tahun ini.

Dalam sektor industri energi baru dan terbarukan, Bakrie & Brothers melalui anak usaha PT Bakrie Power belum lama ini menyepakati kerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam proyek pengadaan dan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid di Desa Parak, Selayar, Sulsel.

"Saat ini ada ratusan pembangkit listrik bertenaga diesel yang kini dioperasikan PLN, sehingga ini menjadi potensi besar untuk dapat dikonversi menjadi pembangkit EBT, seperti yang dilakukan di PLTS Hybrid Selayar," katanya.

BNBR melalui PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) yang berfokus pada industri teknologi informasi dan komunikasi/ICT dan penyediaan jasa pendukung infrastruktur IT, saat ini juga mulai berkiprah sebagai salah satu penyedia jasa IoT (Internet of Things) untuk industri sektor mining, manufacturing and utilities.

Mengikuti tren kenaikan sektor industrinya, pendapatan PT MKN dari penyediaan jasa ICT pada tengah tahun ini meningkat sebesar lebih dari 182 persen dibandingkan waktu yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan besarnya potensi bisnis ini di masa depan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel