Kembangkan Hidrogen Hijau di 2023, Pertamina Masih Tunggu Izin KLHK

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) bakal mengembangkan bahan bakar green hydrogen atau hidrogen hijau mulai tahun 2023 mendatang. Wilayah kerja panas bumi (WKP) Ulubelu jadi proyek pertama untuk pengembangan sumber energi hijau ini.

VP Business Planning & Portfolio PT Pertamina Power Indonesia Fuadi Nasution mengatakan, pihaknya masih harus menunggu izin lingkungan yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KLHK).

"Memang targetnya 2023. Tapi sekarang kami sedang mengurus perizinan untuk izin lingkungan. Kita pastikan comply ke permit and regulation. Tapi sekarang kita fokus ke revisi AMDAL untuk perizinan. Doakan saja segera rilis dari KLHK supaya bisa segera launching," ujar Fuadi dalam sesi webinar, Rabu (3/8).

Fuadi menyampaikan, permintaan atas bahan bakar green hydrogen lebih banyak untuk mobilitas, seperti untuk kendaraan maupun power dari beberapa penjajakan potensial yang datang dari negara Asia Timur.

"Seperti misal negara-negara maju di Asia Timur, Jepang, Korea (Selatan). Mereka memang sudah memiliki semacam target bauran energi dari hydrogen. Ini adalah potensial costumer kita," paparnya.

"Secara roadmap, tahun ini kami coba selesaikan studi dengan beberapa mitra, dengan menggunakan utilisasi dari solar dan geotermal yang kita punyai. Target produksi 2024-2025," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel