Kembangkan Pertashop hingga Pelosok Desa, Begini Cara Pertamina

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – Rencana PT Pertamina memiliki jaringan hingga tingkat desa di seluruh Indonesia terus dikebut. Bahkan, hal itu terungkap dari Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang ingin membuka 12 ribu Pertashop di desa-desa pada tahun ini.

Corporate Secretary Comercial and Trading PT Pertamina Patra Niaga, Putut Andriatno mengatakan rencana yang disampaikan oleh pak Ahok benar adanya. Dan hal itu sudah menjadi rencana bisnis perusahaan tahun ini.

Menurut dia, pembangunan Pertashop hingga ke tingkat desa tinggal pelaksanaan saja, sebab upaya itu sangat didukung sejumlah stakeholder yang ada. Seperti dari Kementerian Koperasi UKM, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.

"Yang disampaikan pak Komut (Ahok) sudah sesuai rencana bisnis perusahaan. Sekarang ini kita sudah menyasar pada sejumlah kecamatan-kecamatan di seluruh Indonesia, sehingga tinggal masuk ke desa-desa," jelas Putut kepada VIVA, Selasa 2 Maret 2021.

Menurut dia, perseroan akan fokus pada pengembangan Pertashop di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Wilayah tersebut secara infrastruktur desa sudah sangat memenuhi syarat.

Hanya saja, kata Putut, masalah pengadaan lahan masih menjadi tantangan untuk bisa masuk bisnis Pertashop ke desa-desa. Hal itu, semisal lebar jalan di desa-desa untuk bisa dimasuki mobil tanki BBM Pertamina untuk menyuplai BBM yang akan dijual.

Sementara, terkait investasi pembuatan Pertashop, Putut mengungkapkan pertamina akan bekerjasama dengan sejumlah kelompok masyarakat atau mitra di desa. Bahkan, pihak Kementerian Keuangan akan menyalurkan pinjaman hingga Rp2 triliun di program tersebut.

Seperti diketahui kehadiran Pertashop juga dapat mendukung program Pertamina One Village One Outlet (OVOO) dalam rangka memastikan pelayanan Pertamina hingga ke pedesaan.

Bahkan, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati sebelumnya mengatakan untuk membangun Pertashop di desa-desa pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri. Upaya kemitraan ini dalam rangka mewujudkan keadilan energi, di mana Pertamina akan memastikan 7.196 Kecamatan di Indonesia memiliki satu outlet pelayanan Pertamina.

Nicke menuturkan, kendati dibangun di Desa, pembangunan Pertashop ini akan tetap memperhatikan aspek komersial demi keberlangsungan bisnisnya. Sehingga, kemitraan dengan Kemendagri diharapkan dapat mempercepat perizinan dan dukungan sosialisasi kepada masyarakat dalam pembangunan Pertashop.

Untuk diketahui, saat ini Pertashop dibangun dengan tiga kategori kapasitas penyaluran yaitu antara 400 liter per hari (Gold), 1.000 liter per hari (Platinum) dan 3.000 liter per hari (Diamond).