Kemdag: Kenaikan BBM Tidak Pengaruhi Harga Bahan Pokok

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan menyatakan rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak pada 1 April 2012 tidak akan banyak berpengaruh pada harga kebutuhan pokok di dalam negeri.

"Rencana kenaikan harga BBM tidak akan banyak berpengaruh terhadap harga-harga kebutuhan pokok. Harga sembilan bahan pokok akan relatif stabil," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Gunaryo di Jakarta, Jumat.

Gunaryo mengatakan bahwa memang akan ada sedikit pengaruh dari sektor transportasi. Namun tidak dapat disamakan karena tiap-tiap komoditi jelas berbeda.

"Seperti beras dari Jawa Barat ke Cipinang memang akan terpengaruh biaya angkut, namun setelah dilakukan perhitungan, hanya akan terpengaruh sekitar 0,33 persen untuk tiap kilogram," tambah Gunaryo.

Gunaryo menambahkan bahwa akhir bulan April hingga awal Mei merupakan masa panen. Dengan demikian meskipun ada pengaruh dari biaya transportasi, harga beras tidak akan naik, namun juga harapkan harga beras tidak akan turun.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga rata-rata beras umum pada bulan Februari 2012, tercatat Rp10.520 per kilogram sementara rata-rata pada minggu keempat bulan Maret 2012 turun menjadi Rp10.362 per kilogram.

Sementara untuk harga beras termurah pada Februari lalu tercatat Rp8.390 per kilogram dan rata-rata minggu keempat bulan Maret turun menjadi Rp8.260 per kilogram atau sebesar 0,03 persen.

"Untuk kenaikan harga beras yang terjadi pada akhir Februari lalu karena keterbatasan suplai yang tidak terlalu mencukupi," kata Gunaryo.

Untuk harga daging ayam, harga rata-rata pada bulan Februari tercatat Rp26.603 per kilogram, dan harga rata-rata minggu keempat bulan Maret turun menjadi Rp24.052 per kilogram atau sebesar 1,24 persen.

Gunaryo mengatakan bahwa kenaikan harga BBM akan berpengaruh pada komoditi seperti minyak goreng curah sebesar lima persen, dan untuk komoditi lain dibawah dua persen.

Untuk harga rata-rata minyak goreng kemasan pada Februari, Rp13.078 per kilogram, sementara harga rata-rata pada minggu keempat bulan Maret naik menjadi Rp13.080 per kilogram atau sebesar 0,05 persen.

Sementara harga rata-rata minyak goreng curah pada Februari, Rp11.074 per kilogram, dan harga rata-rata pada minggu keempat bulan Maret naik menjadi Rp11.310 per kilogram atau naik sebesar 1,84 persen.

Kenaikan paling tinggi untuk cabai rawit dan cabai merah, untuk harga rata-rata cabai rawit pada Februari tercatat Rp19.600 per kilogram, dan harga rata-rata pada minggu keempat bulan Maret naik sebesar 10,03 persen atau menjadi Rp27.373 per kilogram.

Sementara untuk cabai merah, harga rata-rata pada bulan Februari tercatat Rp21.079 per kilogram dan naik sebesar 5,15 persen pada minggu keempat bulan Maret menjadi Rp25.375 per kilogram.

"Meskipun harga BBM tetap atau bahkan turun, untuk cabai rawit dan cabai merah pasti akan mengalami kenaikan," kata Gunaryo. (rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.