Kemenag: 158 Ribu Jemaah Haji Didaftarkan Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama saat ini sudah memvalidasi 158 ribu calon jemaah haji yang diajukan untuk mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19 pada tahap kedua. Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurahman mengatakan data tersebut juga sudah bisa diakses Kemenkes karena Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) sudah terintegrasi dengan Siskohat Kesehatan.

"Hari ini, tercatat sudah ada 158 ribu update data jemaah yang sudah bisa diakses Kementerian Kesehatan untuk didaftarkan dalam usulan prioritas vaksinasi tahap kedua," kata Oman di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

"Ini sebagai langkah antisipasi jika Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk memberikan kuota jemaah haji 1442H kepada Indonesia," lanjutnya.

Oman menjelaskan data jemaah lainnya masih dalam proses verifikasi ulang. Menurut Oman, validasi data ini sekaligus sebagai tindak lanjut surat Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Menteri Kesehatan. Surat tertanggal 5 Januari 2021 itu terkait permohonan dukungan perlindungan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia.

Data yang divalidasi berbasis pada jemaah yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1440H/2020M. Akses data diberikan secara bertahap karena tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah lebih dulu melakukan proses validasi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Banyak Lansia

Data yang diberikan kata Oman yaitu lain mencakup Nomor Induk Kependudukan atau NIK, Nama, Nomor Porsi, dan alamat lengkap jemaah.

"Kami akan terus update dan diharapkan dalam waktu dekat ini seluruh jemaah yang telah lunas sudah bisa didaftarkan pada program vaksinasi tahap II," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya program Vaksinasi tahap II sudah bergulir sejak 17 Februari 2021. Program ini diperuntukan bagi petugas pelayanan umum dan lansia. Jemaah haji Indonesia juga banyak yang masuk kategori lansia.

Reporter : Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: