Kemenag: Anggaran Ditjen Bimas Hindu fokus pada infrastruktur keumatan

Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan bahwa serapan anggaran tahun 2022 untuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Hindu fokus pada pembangunan manusia dan infrastruktur keumatan.

“Sesuai arahan Menteri Agama Gus Yaqut, untuk mewujudkan pembangunan yang komprehensif, anggaran tahun 2022 kami fokuskan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur keumatan,” kata Dirjen Bimas Hindu Kemenag I Nengah Duija dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Nengah menuturkan serapan anggaran pihaknya cukup tinggi karena mencapai mencapai 97,90 persen. Dalam bidang pendidikan, anggaran sebesar Rp10,3 miliar dialokasikan untuk program beasiswa dosen, mahasiswa hingga guru.

Kemudian Rp5,1 miliar telah dialokasikan untuk meningkatkan kualitas, fasilitas dan penelitian di tingkat perguruan tinggi. Dalam meningkatkan intensitas pembinaan umat, Bimas Hindu telah berkolaborasi dengan 96 lembaga agama dan keagamaan Hindu di seluruh Indonesia.

“Kolaborasi ini telah membantu kami dalam menyentuh kantong-kantong umat di berbagai pelosok desa, untuk mendukung salah satu program prioritas Kemenag yaitu tahun toleransi 2022, Bimas Hindu telah menjadikan 10 rumah ibadah Hindu di tujuh provinsi sebagai pelaksana program tahun toleransi,” ujarnya.

Menurutnya, setiap kolaborasi Bimas Hindu yang terjalin bersama 96 lembaga agama dan keagamaan Hindu, telah direalisasikan melalui sembilan program tematik yaitu penguatan literasi, konten edukasi digital, penguatan Hindu di Nusantara, pengembangan kepemimpinan muda Hindu, peningkatan partisipasi berdana punia, penguatan moderasi beragama, manajemen tata kelola organisasi, peningkatan pemahaman gender, dan pencegahan stunting, dan penguatan karakter muda Hindu.

Baca juga: Bimas Hindu selenggarakan Festival Penguatan Moderasi di Prambanan

Baca juga: Plt Dirjen sampaikan 10 pesan kepada Dirjen Bimas Hindu Kemenag baru

“Untuk pembinaan umat melalui program penguatan fungsi penyuluh agama Hindu, kami telah mendistribusikan Rp1,3 miliar di 24 lokasi di Indonesia,” imbuhnya.

Nengah melanjutkan khusus dalam pendidikan dasar hingga menengah, Bimas Hindu telah menyalurkan anggaran sebesar Rp15,8 miliar untuk 67 Pasraman Formal dan Non-Formal di Indonesia.

Selama itu, penguatan tidak hanya difokuskan pada infrastruktur ataupun fasilitasnya. Melainkan juga pada penguatan kualitas pengajaran dan kurikulumnya.

Sementara pada bidang pembangunan infrastruktur keumatan, Bimas Hindu telah menerbitkan 2.880 tanda daftar rumah ibadah hindu di seluruh Indonesia, guna membantu sarana dan prasarana serta pembangunan delapan krematorium di delapan provinsi dengan anggaran Rp1,2 miliar.

Hal tersebut termasuk distribusi kepada 130 rumah ibadah hindu di 22 provinsi di Indonesia dengan total anggaran Rp8,5 miliar.

“Bantuan khusus rumah ibadah ini, kami salurkan secara inklusif bagi rumah ibadah berbentuk Pura Bali, Sanggar Pamujan Jawa, Balai Basarah Kaharingan, dan bentuk-bentuk lainnya yang dapat digunakan untuk pembangunan maupun rehab,” ujarnya.

Baca juga: Kemenag salurkan beasiswa bagi 1.540 mahasiswa Hindu

Baca juga: Kemenag gagas wisata religi Candi Prambanan