Kemenag deklarasikan Nunukan dan Sebatik sebagai Pulau Sadar Zakat

Kementerian Agama mendeklarasikan Pulau Nunukan dan Sebatik, Kalimantan Utara, sebagai Pulau Sadar Zakat dalam rangkaian ulang tahun ke-3 Kampung Sadar Zakat Sebatik Timur (Sakti).

"Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi negeri ini hingga dapat menjadi gerakan sadar zakat nasional," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Kampung Sadar Zakat yang beroperasi di bawah naungan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KUA Sebatik Timur, resmi berdiri pada 2019.

Baca juga: Jaksel tanamkan anak rajin sedekah demi wujudkan Kota "Sadar Zakat"

Selama tiga tahun beroperasi, Kampung Sadar Zakat Sebatik Timur berhasil menghimpun dan menyalurkan dana zakat hingga Rp1 miliar.

Menurut Kamaruddin, angka tersebut tergolong besar untuk pengumpulan zakat yang beroperasi di kecamatan kecil di perbatasan Indonesia-Malaysia.

Mulanya, kata dia, capaian zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Sakti terbilang lesu. Di tahun pertama pembentukan UPZ pada 2018, dalam setahun hanya terkumpul Rp43 juta.

Setahun kemudian, Penyuluh Agama Islam KUA Sakti, membuat terobosan. Penyuluh di wilayah tersebut menginisiasi Kampung Sadar Zakat. Hingga Oktober 2022, sudah terhimpun Rp1,47 miliar dana zakat dan wakaf.

"Ini momen yang sangat emosional bagi kita semua. Meski berada di daerah perbatasan, ini menunjukkan kontribusi nyata masyarakat Sebatik dan Nunukan untuk Indonesia tercinta. Kita akan terus meningkatkan capaian zakat dan wakaf sebagai instrumen mensejahterakan umat," kata Kamaruddin.

Baca juga: Banda Aceh luncurkan program gerakan sadar zakat dari mimbar masjid

Baca juga: Pemkot Jakarta Selatan sosialisasi kota sadar zakat kepada ketua RT/RW

Kamaruddin menegaskan optimalisasi zakat dan wakaf dalam mewujudkan kesejahteraan merupakan bukti kehadiran agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, agama tidak hanya praktik ritual, tetapi aplikatif dalam mendukung kemajuan kehidupan sosial, budaya, dan kemanusiaan secara umum.

"Zakat dan wakaf yang berhasil mengubah taraf hidup dari penerima (mustahik) menjadi pemberi (muzaki) sekaligus menghindarkan masyarakat dari kemiskinan ekstrem merupakan bukti bahwa agama menjadi inspirasi dalam kehidupan," kata dia.