Kemenag harap gelaran Pospenas hasilkan calon atlet dan seniman unggul

Kementerian Agama akan menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antarpesantren Tingkat Nasional (Pospenas) IX dan berharap penyelenggaraan tersebut dapat menghasilkan calon atlet dan seniman unggul yang mendukung khazanah keislaman.

"Keberadaan Pospenas ini mengandung unsur ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariah. Yaitu menjaga kemanusiaan, keislaman, dan keindonesiaan," ujar Direktur PD Pontren Kemenag Waryono Abdul Ghafur saat dihubungi, Senin.

Pospenas IX 2022 akan diselenggarakan di Kota Surakarta 23-27 November 2022. Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka gelaran tersebut di Stadion Manahan, Kota Surakarta.

Sebanyak 2.839 partisipan yang terdiri dari 813 atlet, 870 peserta seni, dan 1.156 ofisial akan memeriahkan gelaran tiga tahunan tersebut.

Gelaran tersebut mengambil tema Gerak Santri, Bangkit Negeri. Tema tersebut sesuai dengan salah satu tujuan digelarnya kegiatan, yaitu memupuk persatuan, persahabatan, dan persaudaraan antarsantri.

Baca juga: Menpora harapkan Pospenas ajang jaring atlet pelatnas

Baca juga: Presiden Jokowi buka Pospenas VII di Serang

Menurut Waryono, Pospenas 2022 menjadi momentum bagi santri di seluruh Indonesia untuk menunjukkan eksistensi dan potensinya di bidang olahraga dan seni. Selain itu, program ini juga sebagai penguatan moderasi beragama, pembangunan karakter, dan/atau peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Keberadaan pesantren telah menjadi agen moderasi beragama yang menjaga stabilitas nasional dalam keberagaman dan keberagamaan. Maka dari itu sudah sewajarnya pemerintah memberikan ajang nasional yang dapat memicu prestasi pesantren di segala bidang," kata dia.

Saat ini menurut data Kemenag, terdapat 4,5 juta pondok pesantren yang menaungi 37,6 juta santri. Para peserta akan memperebutkan 312 tropi yang akan dipertandingkan di sejumlah cabang olahraga dan seni.

Cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan mencangkup atletik (lari, lompat jauh, tolak peluru), senam santri, senam SKJ, tenis meja, sepak bola, pencak silat, pidato tiga bahasa, film pendek, kaligrafi, hadrah, dan stand up comedy.

Baca juga: Menko Perekonomian ingatkan santri harus melek digital

Baca juga: Menteri PPPA apresiasi deklarasi pesantren ramah anak di Ponorogo