Kemenag: Layanan Jamaah Haji terbagi dalam dua kategori besar

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief menyatakan layanan bagi Jamaah Haji 2022 akan terbagi dalam dua kategori besar yakni layanan dalam negeri dan layanan selama berada di Arab Saudi.

“Daftar nama 92.825 jemaah haji reguler yang berhak berangkat tahun ini sudah ada. Saya sudah terbitkan Surat Keputusan dan sejak kemarin sudah diumumkan dan didistribusikan ke Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia,” kata Hilman dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.

Hilman menuturkan untuk layanan di dalam negeri, Jamaah akan disediakan layanan mulai dari pengurusan berkas hingga keberangkatan dan kepulangan di Asrama Haji, Jakarta, pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bersama Komisi VIII DPR hingga terbit Keputusan Presiden.

Baca juga: Kemenag rilis calon jamaah haji 2022 yang berhak berangkat

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab menambahkan, proses finalisasi untuk kontrak kerja sama dengan maskapai yang akan memberangkatkan dan memulangkan Jamaah Haji sedang dilakukan. Kedua maskapai adalah Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.

Terkait penyiapan layanan asrama haji, pihaknya sudah melakukan proses sterilisasi asrama yang akan digunakan untuk lokus pemberangkatan Jamaah. Sejumlah layanan yang disiapkan antara lain fasilitas penginapan selama 1x24 jam, pemeriksaan akhir kesehatan, pemberian gelang identitas, pemberian paspor, pemberian uang saku serta pemantapan manasik haji.

Sementara untuk konsumsi, sebelum berangkat Jamaah mendapatkan tiga kali konsumsi makan dan dua kali makanan ringan. Kemudian saat kembali ke Tanah Air mendapat satu kali makanan ringan.

Di Arab Saudi, layanan akomodasi disiapkan dengan mengacu pada standar kualitas hotel, jarak ke Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, wilayah, harga, serta kemudahan akses transportasi bus shalawat khusus untuk di Makkah dan distribusi katering.

"Di Makkah, hotel Jamaah rencananya dibagi dalam lima wilayah, Mahbas Jin, Syisyah, Raudhah, Jarwal dan Misfalah. Penempatan jamaah haji di Makkah dilakukan dengan sistem zonasi berdasarkan asal embarkasi sesuai Keputusan Dirjen PHU Nomor 140 Tahun 2022,” kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid.

Untuk penginapan, hotel Jamaah di Madinah berada di di wilayah Markaziyah atau kawasan terdekat dari Masjid Nabawi dan dibagi dalam tiga wilayah yakni Syimaliyah, Janubiyah dan Gharbiyah. Di penginapan 1 liter air mineral kemasan botol, selimut, peralatan mandi, mesin cuci dan fasilitas pergantian tempat tidur sudah disiapkan. Bahkan pihak hotel akan menyiapkan air zamzam dalam dispenser.

Terkait konsumsi, jamaah akan mendapat layanan makan sebanyak maksimal 119 kali yang terdiri atas 75 kali layanan konsumsi di Makkah, 27 kali di Madinah, 16 kali di Arafah-Mina-Muzdalifah atau Armuzna dan satu kali makan di bandara Jeddah.

"Artinya, bisa dikatakan jamaah full mendapatkan makan selama tiga kali per hari selama di Arab Saudi,” ujar dia.

Sedangkan mobilitas jamaah di Arab menggunakan transportasi darat seperti angkutan antarkota. Kemudian layanan angkutan Shalawat akan memberikan layanan 24 jam selama jemaah ada di Kota Makkah.

Bus akan mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan kembali ke hotel melalui lima rute yang telah disiapkan, yaitu Mahbasjin-Bab Ali, Syisyah-Syieb Amir, Raudhah-Syieb Amir, Jarwal-Syieb Amir, dan Misfalah-Jiad. Ketiga, layanan angkutan Masyair yang akan melayani pada fase puncak haji di Makkah termasuk halte bus di depan hotel sehingga mudah dijangkau.

Baca juga: Kemenag: Narasi Menag minta dana haji untuk IKN hoaks dan fitnah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel