Kemenag: Masa tunggu keberangkatan haji di Batam 23 tahun

Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Batam, Kepulauan Riau, menyebutkan masa tunggu keberangkatan haji di daerah setempat sekitar 22-23 tahun.

"Waktu tunggu haji di Kota Batam sekarang berkisar 22 hingga 23 tahun," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kota Batam Zulkarnain di Batam, Jumat.

Ia menjelaskan pada tahun ini jamaah haji asal Kota Batam yang berangkat ke Tanah Suci sebanyak 303 orang.

Lebih lanjut Zulkarnain mengatakan terkait penambahan kuota haji tahun 2023 diumumkan menjelang proses persiapan ibadah haji.

"Mudah-mudahan ada perubahan penambahan kuota, tahun 2022 kita mendapat kuota 50 persen dari kuota normal," ujar dia.

Zulkarnain menjelaskan penetapan kuota haji berdasarkan dari Pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Kemenag Batam: Shalat gaib dilaksanakan di masjid sekitar rumah warga

Baca juga: Kemenag : 231 jamaah calon haji Kepri batal berangkat haji 2022

"Ibadah haji tahun 2022 selain pengurangan kuota jamaah ada juga pembatasan usia maksimal 65 tahun bagi jamaah calon haji yang berangkat," ujar dia.

Ia menyebutkan hingga saat ini jumlah jamaah calon haji yang sudah mendaftar berjumlah 26.432 orang.

Dalam musim haji 2022 pemerintah pusat menetapkan kuota calon haji untuk Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 704 orang.

Dari 704 jamaah tersebut, Kota Batam mendapatkan kuota reguler sebanyak 302 dan cadangan sebanyak 52 calon.

Sebelumnya Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pihaknya mengajukan penambahan kuota haji 2023 hingga 100 persen kepada Pemerintah Arab Saudi.

"Kalau untuk kuota itu keputusannya ada di Pemerintah Saudi. Kita sudah sampaikan kalau kita minta kuota haji 100 persen, kata Menteri Yaqut saat diwawancara di Batam, Jumat (2/9).

Namun, Menteri Yaqut kembali menegaskan terkait kuota haji harus menunggu keputusan Pemerintah Arab Saudi.

"Soal dipenuhinya berapa kuota, ya itu keputusan Saudi," ujar dia.

Pada pelaksanaan haji 2022, Indonesia mendapatkan kuota haji sebanyak 100.051 orang, atau berkurang setengahnya dari 2019 akibat pembatasan dampak dari pandemi COVID-19.

Baca juga: Kemenag Kepri: Biaya haji Embarkasi Batam tertinggi kedua di Sumatera

Baca juga: BPOM Batam imbau warga waspadai obat tradisional mengandung BKO