Kemenag minta jamaah umrah patuh aturan prokes di Arab Saudi

·Bacaan 2 menit

Kementerian Agama meminta jamaah umrah yang telah berangkat ke Tanah Suci untuk patuh terhadap aturan penerapan protokol kesehatan yang berlaku di Arab Saudi demi kelancaran selama menjalani ibadah.

"Tetap lakukan protokol kesehatan karena pandemi belum berakhir," ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Kementerian Agama melepas 419 orang untuk melaksanakan ibadah umrah pada Sabtu (8/1) dan menjadi yang pertama kali setelah dua tahun tak mengirimkan jamaah akibat pandemi COVID-19.

Baca juga: Pertama sejak pandemi, 419 orang dilepas laksanakan ibadah umrah

Dimulainya penyelenggaraan umrah ini tak lepas dari intensifnya komunikasi antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Maka dari itu, ia mengajak jamaah untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan tetap patuh terhadap aturan.

"Khususnya patuh pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan," kata dia.

Hilman juga mengingatkan operator penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk mematuhi kebijakan satu pintu (One Gate Policy) sebagai upaya untuk meminimalisasi potensi terjadinya penularan COVID-19.

Kebijakan satu pintu ini merupakan aturan sistem pemberangkatan jamaah secara terpusat yang telah ditetapkan Kemenag. Aturan ini mengatur seluruh jamaah umrah berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta dan menjalani karantina di Jakarta.

Kebijakan ini juga mengatur tentang pemeriksaan kesehatan, tes PCR/Swab, pengecekan status vaksinasi, keimigrasian, hingga pengurusan dokumen lainnya secara terpusat.

Baca juga: Kemenag: Operator umrah harus patuhi kebijakan satu pintu

Baca juga: Kemenag gandeng BNSP tingkatkan kapasitas pembimbing haji dan umrah

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Budi Darmawan mengatakan pemberangkatan jamaah ini diterbangkan langsung menuju Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz International Airport di Madinah.

Setibanya di Madinah, kata Budi, mereka dikarantina selama lima hari, jika hasilnya negatif akan dilanjutkan ke Mekah untuk melaksanakan umrah dan sebelum kembali ke Tanah Air jamaah akan di tes PCR dan dikarantina kembali di Asrama Haji Pondok Gede.

"Pesawatnya juga tidak ada penumpang lain selain jamaah umrah," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel