Kemenag salurkan Rp90,3 miliar dana bantuan untuk madrasah di Aceh

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sebesar Rp90,3 miliar untuk 1.165 madrasah di Tanah Rencong.

Kepala Kanwil Kemenag Aceh Iqbal di Banda Aceh, Selasa, mengatakan penyaluran bantuan itu merupakan bagian dari program dana BOS Kemenag untuk 48.660 madrasah seluruh Indonesia yang mencapai Rp1,1 triliun.

“Untuk tahap kedua ini jumlahnya mencapai Rp90,3 miliar bagi 1.165 madrasah mulai jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS), dan Madrasah Aliyah (MA) yang ada di Aceh,” katanya dalam keterangan diterima di Banda Aceh.

Iqbal menyebutkan penyaluran dana bantuan tersebut bekerja sama dengan dua bank yakni Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Aceh Syariah. Saat ini sedang dalam proses pencairan.

“Jadi nanti dari masing-masing daerah, proses pencairannya di bank yang paling terdekat,” ujarnya.

Baca juga: KUA di Aceh Tamiang tetap layani pencatatan nikah di tengah banjir

Baca juga: Kemenag imbau warga Aceh tak kaitkan gerhana bulan dengan kematian

Ia berharap penyaluran dana bantuan tersebut bisa lebih tertib dan efisien. Dari pihak perbankan juga diminta harus lebih aktif untuk lembaga madrasah yang terpencil.

“Ini ada juga lokasi madrasah yang berada di daerah terpencil dan jauh dari bank. Maka kalau untuk ke bank tersebut untuk pencairan, tidak mudah, kami sudah dikonfirmasikan kalau bisa pihak bank yang langsung ke sana bawa buku sekaligus dengan dananya,” katanya.

Iqbal menambahkan penerima dana bantuan itu meliputi 49 madrasah di Aceh Selatan Rp3,1 miliar, 61 madrasah di Aceh Tenggara Rp4,9 miliar, 71 madrasah di Aceh Timur Rp6,3 miliar, untuk 87 madrasah di Aceh Tengah Rp4,4 miliar, 38 madrasah di Aceh Barat Rp3,9 miliar, dan 73 madrasah di Aceh Besar sebanyak Rp8,8 miliar.

Kemudian, untuk 107 madrasah di Pidie Rp8,5 miliar, 124 madrasah di Aceh Utara Rp7,8 miliar, sebanyak 27 madrasah di Simeulue Rp1 miliar, 23 madrasah di Aceh Singkil Rp1,7 miliar, 79 madrasah di Bireuen Rp7,3 miliar, 23 madrasah di Aceh Barat Daya Rp1,6 miliar.

Selanjutnya, sebanyak 21 madrasah di Gayo Lues Rp1,4 miliar, 25 madrasah di Aceh Jaya Rp1,3 miliar, 25 madrasah di Nagan Raya Rp1,3 miliar, sebanyak 88 madrasah di Aceh Tamiang Rp4 miliar, dan 49 madrasah di Bener Meriah Rp2,6 miliar.

Kemudian lagi, sebanyak 47 madrasah di Pidie Jaya Rp3,1 miliar, 33 madrasah di Banda Aceh Rp5,5 miliar, 7 madrasah di Sabang Rp605,2 juta, untuk 47 madrasah di Lhoksumawe Rp4,8 miliar, 37 madrasah di Langsa Rp4 miliar, dan 20 madrasah di Kota Subulussalam Rp1,5 miliar.

Menurut dia, dari semua dana bantuan yang disalurkan itu, ada beberapa yang terdapat keterlambatan akibat pemblokiran sehingga memerlukan pembukaan blokir satu persatu.

“Jadi itu yang memperlambat, tapi Alhamdulillah saat ini prosesnya sudah berjalan lancar,” kata Iqbal.

Baca juga: Kemenag tingkatkan pengawasan pesantren di Aceh cegah kekerasan

Baca juga: Kanwil Kemenag Aceh siapkan peluncuran program tahun toleransi di Aceh