Kemenag Tancap Gas Vaksinasi Covid-19 Puluhan Ribu Santri Milenial Garut

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Garut - Untuk mendukung program 3 juta vaksinasi Covid-19 santri yang digelar Pemprov Jabar, Kementerian Agama Kabupaten Garut, Jawa Barat, tancap gas melakukan vaksinasi santri milenial Garut.

"Totalnya ada sekitar 38 ribu kebih santri yang akan kami vaksin di Garut," ujar Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut Cece Hidayat, di kantornya, Rabu (18/8/2021).

Menurutnya, program vaksinasi tiga juta santri di Jawa Barat, dinilai cukup efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren. "Termasuk di Garut, jumlah santrinya lumayan banyak," kata dia.

Saat ini, total santri yang berada di bawah koordinasi Kemenag Garut berjumlah 38.684 orang, rinciannya pondok pesantren sebanyak 2.426 santri, madrasah diniyah takmiliyah 6.688 santri, dan lembaga pendidikan Al-Qur'an 574 santri.

Sementara, jumlah siswa pelajar sekitar 143.936 siswa. Rinciannya RA sebanyak 27.431 siswa, MI sebanyak 39.521 siswa, MTs sebanyak 52.560 siswa, dan MA sebanyak 24.424 siswa. Sedangkan secara wilayah, jumlah santri di Jawa Barat diperkirakan berjumlah sekitar 3.120.000 orang.

Mengutip angka kasus Covid-19 secara nasional, saat ini tingkat kematian akibat Covid 19 di Jawa Barat sebesar 1,6 persen atau di bawah rata-rata nasional sebesar 2,8 persen. Bahkan, angka penderita Covid-19 turun drastis menjadi 6 ribu orang dari sebelumnya 12 ribu.

Untuk mendukung rencana vaksinasi santri itu, lembaganya terus berkoordinasi ke beberapa lembaga pemerintah, dalam memastikan ketersediaan vaksin yang akan diberikan bagi santri.

"Sumber vaksin kami tidak hanya satu pintu, ada dari TNI-polri, termasuk Dinas Kesehatan Garut yang mendapat pasokan dari Kementerian Kesehatan," kata dia.

Cece mengakui, saat ini capaian pemberian vaksin dosis pertama di kalangan santri Garut masih terbilang rendah dibanding masyarakat umum. "Paling di angka 7 persen dari angka rencana vaksin seluruh santri," kata dia.

Dengan kondisi itu, lembaganya berharap kepada dinas terkait, termasuk TNI-Polri untuk memastikan ketersediaan vaksin. "Tidak hanya kesiapan santri, yang paling utama adalah ketersediaan vaksin yang akan diberikan, intinya kami sudah siap divaksin," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel