Kemenag Tegal Izinkan Santri Mudik, Ganjar Sebut Tak Ada Pengecualian

Lis Yuliawati, antv/tvOne
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali menegaskan, tidak ada pengecualian pada kelompok tertentu terkait mudik Lebaran 2021. Semuanya sudah ada regulasinya. Jika ingin pulang bisa, selama mengikuti aturannya.

“Nggak. Nggak ada fasilitasi khusus kepada kelompok-kelompok tertentu. Semua aturannya sama. Kalau mereka memang harus pulang dalam kondisi sesuai dengan regulasi ya ikuti saja di situ,” kata Ganjar, di kantornya, Jumat, 30 April 2021.

Hal itu dikemukakan Ganjar menanggapi Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tegal yang tak melarang santri asal luar kota untuk mudik Lebaran 2021.

Ia mengingatkan, kasus COVID-19 yang muncul di Pati berawal dari warga mudik. Selain itu, kasus di Purbalingga yang muncul saat pengecekan pembelajaran tatap muka (PTM) dan berasal dari pondok pesantren.

"Ayo kita jaga diri kita, tidak pulang, kalau yang sifatnya terpaksa silakan ikuti aturannya, saya kira seluruh aturannya sudah ada,” ujarnya.

Lebih dari itu, Ganjar kembali menegaskan bahwa tidak ada prioritas terhadap kelompok masyarakat tertentu. Semuanya sama di mata hukum.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tegal tak melarang santri asal luar kota untuk mudik Lebaran 2021. Padahal di Kota Tegal muncul klaster di salah satu pondok pesantren.

Kepala Kemenag Kota Tegal Ahmad Farhan mengatakan, meski diperbolehkan, sebelumnya para santri diberikan pembinaan hingga selanjutnya diantar hingga ke rumah dalam satu kelompok.

"Khusus santri memang tidak dilarang, tetap mudik, tapi ya ketat," kata Ahmad Farhan, Kamis, 29 April 2021.

Laporan Teguh Joko Sutrisno (tvOne/ Semarang, Jateng)