Kemenaker: Permintaan Pengisian Formulir BSU Hoaks

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan informasi tentang permintaan pengisian data penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan mengatasnamakan Kemnaker adalah hoaks.

"Form yang beredar yang isinya meminta untuk mengisi data penerima BSU yang mengatasnamakan Kementerian Ketenagakerjaan itu hoaks," kata Kepala Biro Humas, Chairul Fadhly Harahap, Rabu (14/9).

Chairul menegaskan, data calon penerima BSU hanya berasal dari BPJS Ketenagakerjaan. Data tersebut kemudian dikirimkan ke Kemnaker melalui sistem, sehingga tidak ada permintaan data kepada masyarakat.

Dia mengingatkan, informasi resmi mengenai BSU hanya dapat diakses melalui situs kemnaker.go.id dan akun media sosial resmi Kemnaker. "Jadi teman-teman dimohon untuk cek langsung ke situs Kemnaker dan akun medsos resmi Kemnaker, dan jangan ngecek ke yang lain yang belum tentu kebenarannya," ujarnya.

Pemerintah mulai menyalurkan BSU pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap. Tahap pertama didistribusikan kepada 4.112.052 pekerja setelah dilakukan pemadanan data per 12 September 2022.

Data awal yang diterima Kemnaker dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk pendistribusian BSU tahap pertama sebanyak 5.099.915. Besaran BSU yang diberikan kepada pekerja sebanyak Rp600.000 untuk empat bulan. Artinya, setiap bulan, pekerja mendapatkan BSU sebesar Rp150.000. [azz]