Kemenaker Ungkap Strategi Perluasan Penempatan Tenaga Kerja 2021

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyatakan tengah mulai menyusun kembali strategi penempatan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Sekretaris Jenderal Kemenaker, Anwar Sanusi menegaskan, perkembangan dunia usaha dan dunia industri harus diimbangi dengan sistem penempatan tenaga kerja yang tepat. Sehingga, keberadaan industri dapat menyerap tenaga kerja secara maksimal.

Namun, dia menekankan, saat ini terdapat tantangan baru di bidang penempatan tenaga kerja, yaitu adalah angka penganggur terdidik yang terbilang tinggi. Bahkan dari sisi tingkat pendidikan, pengangguran dengan pendidikan tinggi terus bertambah.

“Ini yang menurut saya menjadi suatu tantangan bagaimana kita merespons orang yang tingkat pendidikannya tinggi mempunyai akses untuk mendapatkan lapangan kerja,” kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 30 April 2021.

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Suhartono, menambahkan, tantangan bidang penempatan tenaga kerja semakin kompleks karena adanya pandemi COVID-19.

Untuk itu, pada 2021, Kemenaker dikatakannya akan menitikberatkan pada tiga kegiatan. Pertama, dukungan pemulihan ekonomi nasional. Kedua, dukungan program 9 Lompatan Kerja Menteri Ketenagakerjaan. Ketiga, dukungan periode keketuaan Menteri Ketenagakerjaan di level ASEAN.

“Dari hal-hal itu yang menjadi perhatian kita semua, terutama untuk para Direktur dan Kepala Balai, kembali mencermati proses perencanaan dan penganggaran di 2021. Jangan ada lagi kegiatan yang tumpang tindih di antara unit kerja, kita harus mulai saling berkolaborasi dan berkoordinasi,” kata Suhartono.

Suhartono mengatakan bahwa saat ini memang ada perubahan dan penyesuaian dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran. Namun begitu, ia meminta jajarannya untuk tetap mencermati perubahan capaian target dan indikator-indikator kinerja pada Rencana Strategis Kemenaker 2020-2024.

"Kita tidak bisa lagi berpikir business as usual, hal-hal baru yang ada perlu kita pelajari dan laksanakan bersama-sama. Tantangan terbesar dalam situasi saat ini yang kita hadapi adalah perubahan itu sendiri," ucapnya.