Kemenakertrans paparkan capaian Employment Working Group (EWG) G20

Kepala Biro Kerja Sama Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Muhammad Arif Hidayat memaparkan capaian atas empat isu prioritas dalam Kelompok Kerja Ketenagakerjaan atau Employment Working Group Meeting (EWG) G20 tahun 2022.

“Alhamdulillah kita sudah mencapai Employment Working Group Meeting (EWG) G20 yang kelima. Kita sudah menyelesaikan lima EWG,” kata Arif dalam acara bertajuk Sejauh Mana G20 Memberi Perhatian Kelompok Pekerja MIGRAN dan Masalah Perdagangan Manusia secara daring pada Rabu.

Arif mengatakan ada empat isu prioritas yang diusung dalam EWG G20 Indonesia. Pertama, pasar tenaga kerja yang inklusif dan pekerjaan yang layak bagi penyandang disabilitas. Kedua, pengembangan kapasitas manusia untuk pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan.

Ketiga, penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan menuju perubahan dunia kerja dan keempat mengadaptasi kebijakan perlindungan tenaga kerja untuk perlindungan yang lebih efektif dan meningkatkan ketahanan semua pekerja.

Baca juga: Menko Airlangga terima komunike pemimpin kota Urban20

Menurut Arif, terkait isu pertama dan kedua telah diperoleh sejumlah capaian yaitu penguatan penyandang disabilitas ke dalam pasar kerja melalui pendidikan dan pelatihan kejuruan, inisiatif pengembangan keterampilan, akses dan peluang pekerjaan, dan perlindungan sosial yang komprehensif.

Capaian lainnya adalah mendukung adanya Monitoring dan Evaluasi (monev) perkembangan implementasi Rencana Aksi Penyandang Disabilitas, mengusulkan adanya pembaharuan Strategi Keterampilan G20 tahun 2015, pelatihan bagi kelompok yang kurang beruntung serta mendorong negara-negara G20 untuk memperkuat pelatihan vokasi berbasis komunitas.

Selanjutnya, untuk isu ketiga dan keempat juga telah didapat sejumlah capaian yakni: produktivitas tenaga kerja berperan penting sebagai pendorong utama pertumbuhan pendapatan, negara G20 mendukung adanya penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan dengan pengembangan kewirausahaan dan UMKM.


Selain itu, negara G20 mendukung adaptasi perlindungan ketenagakerjaan dengan menyesuaikan kebijakan dengan perubahan dunia kerja melalui peningkatan kualitas pekerja, memperkuat dialog sosial, peningkatan kondisi kerja digital dan hijau serta perluasan jaminan sosial.

Kemudian, capaian yang lain adalah perlunya merespons perubahan tren pasar kerja khususnya bagi pekerja digital dan memastikan perlindungan bagi pekerja informal dan kelompok rentan.

Baca juga: G20 RI kumpulkan 1,3 miliar dolar AS Dana Perantara Keuangan
Baca juga: Luhut ingin pastikan Bali bebas sampah saat puncak acara KTT G20