Kemenangan Petrucci Bukan Keberuntungan

Tri Cahyo Nugroho
·Bacaan 2 menit

Setelah dua tahun, tim pabrikan Ducati tidak memperpanjang kontrak Danilo Petrucci yang habis pada akhir MotoGP 2020 lalu. Pembalap Italia itu pun tidak perlu menunggu lama karena KTM langsung menggaetnya untuk musim depan.

Petrucci memang tidak akan membela tim pabrikan, Red Bull KTM Factory Racing. Namun, dengan pengalamannya enam musim bersama Ducati – empat musim di Pramac Racing dan dua di tim pabrikan Ducati – Petrucci bisa menjadi faktor pembeda di KTM.

Musim depan, Petrucci akan bertandem dengan Iker Lecuona di tim satelit Tech3 KTM Factory Racing. Adapun tim pabrikan Red Bull KTM Factory Racing akan diperkuat Brad Binder dan Miguel Oliveira.

Di MotoGP 2020, konsistensi menjadi salah satu problem bagi KTM. Pol Espargaro, yang pindah ke Repsol Honda, memang tidak mampu memenangi lomba. Namun ia berhasil merangsek peringkat kelima klasemen akhir.

Miguel Oliveira yang musim lalu di tim satelit KTM, justru mampu dua kali menang. Tetapi ia hanya finis di P9 klasemen akhir MotoGP 2020. Binder yang memenangi satu balapan hanya P11 di klasemen akhir.

Danilo Petrucci (kanan), Ducati Team, merebut kemenangan keduanya di MotoGP saat menguasai GP Prancis 2020.

Danilo Petrucci (kanan), Ducati Team, merebut kemenangan keduanya di MotoGP saat menguasai GP Prancis 2020.<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Danilo Petrucci (kanan), Ducati Team, merebut kemenangan keduanya di MotoGP saat menguasai GP Prancis 2020.Gold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

“Musim lalu, Iker tiga kali finis 10 besar. Di Misano, ia hampir mampu finis di P6. Ia akan terus berkembang pada musim keduanya di MotoGP, tahun ini. Ia juga akan diuntungkan dengan hasil pengembangan motor kami,” tutur Beirer.

Soal Petrucci, Beirer mengaku sedikit banyak sudah mengenal pembalap 30 tahun tersebut. Petrucci, menurut Beirer, hanya butuh lingkungan yang membuatnya nyaman. Ia tipe pembalap yang mampu impresif jika berada di lingkungan yang kondusif baginya.

“Kami akan menangani masalah ini jauh lebih baik ketimbang tim yang ia bela sebelumnya. Danilo sudah memenangi dua grand prix. Anda bukan kebetulan jika mampu memenangi lomba di MotoGP,” kata Pit Beirer.

“Untuk memenangi balapan di kelas seperti MotoGP, Anda harus memiliki kualitas. Kini, tergatung bagaimana kami mampu mengeluarkan semua potensi dan kualitas yang dimiliki Danilo nanti.”

Pit Beirer mengaku KTM sudah memiliki motor kompetitif yang sudah tidak perlu diragukan lagi. Tugas mereka kini adalah bekerja sama secara intensif dengan Danilo Petrucci dan tiga pembalap KTM lainnya.