Kemendag akan Cabut Izin Importir "Nakal"

  • Pantai Garut Kaya Abalon, 1 Kg Laku Rp 1 Juta

    TRIBUNnews.com

    TRIBUNNEWS.COM - Siapa sangka, abalon bisa didapat dengan mudah saat musimnya di pantai selatan Garut. …

  • Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    Tempo
    Begini, Skema Kenaikan Tarif Listrik 2013-2014

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 2013, pemerintah mulai menjalankan roadmap pengurangan subsidi listrik. Sejak saat itu, tarif listrik industri besar, menengah, dan rumah tangga mewah dinaikkan secara bertahap. Diharapkan, program ini dapat memangkas subsidi listrik sebesar Rp 10,96 triliun. (Baca juga : PLN Didesak Cabut Subsidi Rumah Mewah). …

  • Garuda Operasikan 16 Penerbangan di Bandara Halim

    Garuda Operasikan 16 Penerbangan di Bandara Halim

    Tempo
    Garuda Operasikan 16 Penerbangan di Bandara Halim

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia akan mengoperasikan 8 slot penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dengan demikian, kata Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto, maskapainya akan mengoperasikan 16 penerbangan dalam sehari. …

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan akan mencabit izin impor bagi perusahaan-perusahaan importir "nakal" atau yang melakukan impor yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Terkait dengan importir nakal, izin dicabut," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Jakarta, Kamis.

Selain itu, lanjut Bayu, menanggapi tentang adanya kabar terkait isu jual beli kuota impor bawang putih, dia mengatakan bahwa tidak ada praktik tersebut, dan apabila terjadi maka akan dikenakan sanksi yang sama.

"Jika ada yang melakukan jual beli kuota, itu merupakan pelanggaran maka nantinya akan dicabut status Importir Terdaftarnya (IT)," ucap Bayu, menegaskan.

Seperti diberitakan, indikasi adanya importir nakal cukup kuat dalam krisis bawang putih yang menyebabkan meroketnya harga komoditas tersebut, dan syarat impor yang harus dipenuhi adalah perusahaan tersebut harus IT, memiliki RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura) yang dikeluarkan Kementerian Pertanian, dan SPI (Surat Persetujuan Impor) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan.

Sebelumnya, pada Rabu (13/3), Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR Marwan Ja`far mengatakan, kelangkaan komoditas bawang putih di dalam negeri saat ini jika disebabkan oleh perbuatan oknum tengkulak atau importir, maka pemerintah harus menindak tegas terhadap oknum yang melakukan penimbunan bawang tersebut.

Menurut Marwan, jika benar bahwa impor bawang hanya dikuasai oleh beberapa importir, maka pemerintah harus meninjau ulang kebijakan tersebut.

"Hal tersebut jelas bertentangan dengan UU No 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat pasal 17 (praktik monopoli). Untuk itu harus diambil tindakan, misalnya dengan membagi kuota impor secara merata, agar tidak ada monopoli, atau bisa dengan memberikan izin kepada importir yang rekam jejaknya baik," tukasnya.

Marwan menegaskan, langkanya bawang bisa berdampak pada langkanya benih bawang, sehingga jika tidak ada benih, petani tidak akan menanam bawang.

"Jika petani tidak menanam bawang pasti akan terjadi kekurangan pasokan. Solusinya pasti impor, sedangkan impor tidak akan menyelesaikan akar masalah kelangkaan bawang," ujarnya.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...