Kemendag: Biskuit dan wafer RI masuk jaringan ritel besar Meksiko

Kementerian Perdagangan mengatakan produk biskuit dan wafer Indonesia masuk jaringan ritel besar Meksiko yang ditandai dengan penandatangan komitmen dagang produk biskuit dan wafer antara Kokola Group Indonesia dengan Kokola Mexico.

"Kesepakatan bisnis berbagai macam produk biskuit dan wafer ini menunjukkan bahwa masih banyak peluang kerja sama yang bisa dilakukan dan dapat mempererat hubungan kedua negara. KBRI dan ITPC Mexico City akan terus berusaha membuka jalan agar semakin banyak lagi produk Indonesia masuk ke pasar Meksiko," ungkap Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Meksiko Cheppy T Wartono lewat keterangannya di Jakarta, Jumat.

Hal tersebut difasilitasi oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Mexico City bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Mexico City.

Dalam penandatanganan yang dilaksanakan secara virtual ini, Indonesia berhasil meraih nilai transaksi sebesar 332 ribu dolar AS.

Baca juga: Kemenparekraf bawa tiga merek alat musik RI ternama pada pameran di AS

Kegiatan ini dihadiri Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Meksiko Cheppy T Wartono, Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kemendag Merry Maryati, International Business Director Kokola Group Indonesia Edi Siswanto, dan Perwakilan Kokola Mexico Elias Gomez.

Selain itu, lanjut Dubes Cheppy, KBRI dan ITPC Mexico City juga terus mendorong dan memfasilitasi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia masuk ke pasar internasional. Mengingat selama ini perdagangan Indonesia ke Meksiko masih didominasi perusahaan multinasional.

Kepala ITPC Mexico City Husodo Kuncoro Yakti menjelaskan, penandatangan ini merupakan tindak lanjut dari keikutsertaan Indonesia dalam Expo ANTAD & Alimentaria 2022.

Dalam kegiatan tersebut, Kokola Mexico berhasil membuat kesepakatan dagang dengan beberapa jaringan ritel besar di Meksiko.

“Produk Kokola yang terdiri dari biskuit, wafer stick roll, dan wafer sangat diminati di Meksiko. Kemasan yang menarik dan rasa yang sesuai dengan selera masyarakat setempat, membuat produk Kokola semakin diminati,” lanjut Husodo.

Menurut Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kemendag Merry Maryati, kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perdagangan kedua negara.

“Selain itu, Kemendag juga mendorong adanya produk lain yang berpotensi untuk menambah nilai ekspor dari Indonesia ke Meksiko, seperti besi dan baja, permesinan listrik, produk kimia, produk plastik, dan sebagainya,” imbuh Merry.

Baca juga: ITPC Sydney promosi kopi robusta Indonesia di Australia

Sementara itu, International Business Director Kokola Grup Indonesia Edi Siswanto menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan Pemerintah Indonesia, khususnya kepada KBRI dan ITPC Mexico City yang telah menjembatani kerja sama ini.

“Dengan bantuan ITPC Mexico City dan dukungan dari KBRI Mexico City, bersama dengan Kokola Mexico, kita mendapatkan pencapaian yang luar biasa untuk bisa bekerja sama dengan pemain besar di bidang ritel. Kami mengharapkan hubungan yang lebih kuat untuk mewujudkan impian kami, yaitu produk Kokola beredar di seluruh Meksiko,” pungkasnya.

Total perdagangan Indonesia-Meksiko pada periode Januari—April 2022 tercatat sebesar 678,54 juta dolar AS atau meningkat 40,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Meksiko sebesar 567,56 juta dolar AS. Sedangkan, impor Indonesia dari Meksiko sebesar 110,98 juta dolar AS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel