Kemendag Fasilitasi Ekspor Ritel ke Arab Saudi Senilai USD 5 Juta

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perdagangan RI memfasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara platform digital Indomatjar, perusahaan logistik Goorita, dan diaspora Indonesia Chef Saudi Association (ICSA) untuk ekspor produk makanan dan minuman serta kebutuhan sehari-hari secara ritel. Kesepakatan itu memfasilitasi dana hingga sebesar USD 5 juta.

Penandatanganan dilakukan oleh oleh CEO Indomatjar Hadi Lee, CEO Goorita Yuwono Wicaksono, dan Ketua ICSA Agus Guntur.

Penandatanganan yang dilaksanakan secara hibrida di Indonesia Convention Exhibition BSD, Tangerang Selatan, Jawa Barat pada 4 November itu disaksikan oleh Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan dan Konsul Jenderal RI di Jeddah Eko Hartono.

“Untuk mengatasi pembatasan akibat pandemi COVID-19, pelaku usaha dapat melakukan ekspor secara ritel atau langsung ke konsumen. Salah satu caranya dengan menggunakan platform digital Indomatjar. Pelaku usaha yang belum pernah ekspor pun diharapkan dapat segera memanfaatkan layanan tersebut,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi secara terpisah, dikutip dari rilis Kemendag, Selasa (9/11/2021).

Kemendag mengatakan, bahwa penandatanganan MoU ini merupakan salah satu cara bagi para pelaku usaha untuk mengatasi dampak pembatasan akibat pandemi COVID-19, yaitu dengan melakukan ekspor secara ritel atau langsung ke konsumen melalui platform digital.

Dalam sambutannya, Marolop menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi semua pihak.

"Penandatanganan MoU merupakan bagian dari transaksi TEI-DE 2021. Diharapkan Indomatjar mampu menghubungkan dengan baik para pelaku usaha di Indonesia dengan para pelaku usaha di Arab Saudi, baik untuk business-to-business maupun business-to-consumer," jelas Marolop.

Platform digital Indomatjar, memberikan layanan di bidang jasa sumber daya dan pasar daring untuk memasarkan kebutuhan masyarakat Arab Saudi dan diaspora Indonesia di Arab Saudi.

Sedangkan Goorita menyediakan layanan pengiriman dan pengelolaan toko di loka pasar bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Selanjutnya

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar karena ekspor lebih besar dari nilai impornya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar karena ekspor lebih besar dari nilai impornya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Marolop menjelaskan bahwa, Pemerintah Arab Saudi, telah menggulirkan kebijakan menaikkan batasan personal effect (barang untuk konsumsi pribadi yang tidak dikenakan pajak) menjadi SAR 3 ribu atau setara Rp 11,4 juta dan mulai membuka pembatasan umroh secara bertahap, termasuk bagi warga negara Indonesia.

“Hal ini merupakan salah satu peluang yang dapat segera dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia dalam meningkatkan ekspor ke pasar Arab Saudi,” ujarnya.

Adapun penjelasan tentang potensi pasar Arab Saudi yang cukup besar, oleh Konsul Jenderal RI di Jeddah Eko Hartono.

"Selain jamaah umrah, pasar Arab Saudi sebenarnya cukup menerima produk-produk Indonesia dengan baik. Tantangan seperti kurasi dan ongkir kirim, kami optimistis, akan dapat diatasi di masa mendatang. Pelaku UKM diharapkan dapat segera memanfaatkan platform Indomatjar untuk menembus pasar Arab Saudi,” ungkap Eko.

Hadi pun mengajak para pelaku UKM untuk bergabung dengan Indomatjar dalam rangka menggaet konsumen di Arab Saudi.

"Pelaku UKM tidak dipungut biaya untuk keanggotaan dalam Indomatjar. Hal ini dilakukan dalam rangka mengajak pelaku UKM bergabung dalam ekosistem pengembangan ekspor nasional,” jelas Hadi.

Diperkirakan ada sebanyak dua ton produk UKM yang sudah masuk ke pasar Arab Saudi per bulannya, menurut CEO Goorita Yuwono Wicaksono

"Secara organik, nilai itu naik 30 persen per bulan. Dengan penandatanganan MoU, diharapkan ekspor ke Arab Saudi dapat meningkat menjadi digit ganda sehingga produk Indonesia dapat dinikmati di Arab Saudi,” imbuh Yuwono.

Selain penandatangan MoU, Kemendag juga menggelar acara Forum Bisnis Workshop Market Penetration to Non Traditional Market through B2C Digital Platform, berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal RI di Jeddah, ITPC Jeddah, Indomatjar, Goorita, dan ICSA.

Forum bisnis tersebut merupakan bagian dari rangkaian pameran dagang tahunan internasional Trade Expo Indonesia ke-36 Digital Edition (TEI-DE) pada 21 Oktober— 4 November 2021, jelas Kemendag.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel