Kemendag gandeng Goorita dan ARISE+ Indonesia perkuat UKM Ekspor

·Bacaan 2 menit

Kemendag berkolaborasi dengan perusahaan berbasis e-commerce Goorita dan ARISE+ Indonesia untuk memperkuat Usaha Kecil Menengah (UKM) memasuki pasar ekspor.

"Niaga elektronik/niaga-el (e-commerce) menjadi salah satu media utama dalam perdagangan global. Untuk itu, penting bagi para pelaku usaha, khususnya UKM memanfaatkan niaga-el agar dapat memperluas pasarnya ke mancanegara," kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Marolop Nainggolan lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Kolaborasi dilakukan dengan menggelar webinar bertajuk “Connect Business to Global Ecommerce Ecosystem” yang digelar pada Jumat lalu (1/10) di Bandung, Jawa Barat.

Marolop menegaskan bahwa e-commerce menjadi media strategis dalam perdagangan global.

Sementara itu dalam webinar, Analis Perdagangan Ahli Madya Ditjen PEN Singgih menyatakan Kemendag telah melakukan penelitian khusus mengenai perdagangan niaga elektronik ini. Hasil penelitian akan diimplementasikan secepatnya.

“Webinar ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian Kemendag dan ARISE+ Indonesia mengenai niaga-el global. Kemendag akan menyebarluaskan hasil penelitian dengan ARISE+ Indonesia secara berkelanjutan kepada pelaku UKM. Kemendag juga secara langsung akan berkolaborasi dengan platform digital yaitu Goorita agar hasil kajian tersebut dapat langsung diterapkan secara nyata,” ujar Singgih.

Baca juga: Gandeng sekolah ekspor, Kemendag cetak eksportir baru

Singgih menyampaikan, Goorita merupakan salah satu e-commerce enabler (perusahaan yang menyediakan layanan strategi digital) yang mendukung UKM untuk dapat bersaing dan memasarkan produknya ke pasar Global.

“Dengan menggandeng Goorita sebagai platform terpadu satu pintu (one stop service), diharapkan dapat mendorong pelaku UKM lainnya untuk mengembangkan ekspor melalui e-commerce ecosystem,” ungkapnya.

Menurut Singgih, pandemi COVID-19 memberi pelajaran berharga bagi kegiatan perdagangan yang kini semakin mudah dilakukan bahkan dalam hal menembus pasar Internasional.

“Kemendag akan selalu siap mendukung segala upaya pengembangan ekspor sehingga berharap kegiatan yang dilakukan kali ini dapat terus berkelanjutan,” imbuhnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, saat ini ada sekitar 64 juta pelaku UKM yang menghasilkan beragam produk-produk asli buatan Indonesia.

Data hasil penjualan pasar Global e-commerce pada 2020 menunjukkan, penjualan produk daring berhasil menembus 3,5 triliun dolar AS.

Baca juga: Kemendag katakan tujuh UMKM binaannya berhasil ekspor

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel