Kemendag paparkan harga rata-rata kebutuhan pokok di 216 pasar rakyat

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melansir perkembangan harga rata-rata nasional barang kebutuhan pokok dari 216 pasar rakyat di 90 kabupaten kota dan 34 provinsi. Berikut hasil pantauan harga tersebut per 13 April 2021:

Daging sapi Rp124.500 per kg

Daging ayam ras Rp36.900 per kg

Telur ayam ras Rp25.900 per kg

Bawang Merah Rp32.900 per kg

Kedelai Rp11.900 per kg

Tepung terigu Rp10.200 per kg

Gula Rp13.200 per kg

Baca juga: Kunjungi Pasar Kramat Jati, Mendag: Harga dan pasokan sembako aman

Sementara untuk harga beras medium yakni Rp10.600 per kg. Namun untuk Regional A yakni Jawa, Sulawesi, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) harga beras medium yakni Rp10.100 per kg.

Sedangkan di Regional B yaitu Sumatera lainnya, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) harga beras premium mencapai Rp10.890. Kemudian Regional C atau wilayah Maluku dan Papua, harga beras medium Rp11.940 per kg.

Kemudian, untuk harga beras premium rata-rata nasional yaitu Rp12.400 per kg. Untuk Regional A harga beras premiun yakni Rp11.680 per kg. Regional B Rp12.920 dan Regional C yakni Rp13.430 per kg.

Selain itu, harga cabai merah keriting yakni Rp50.500 per kg, cabai merah besar Rp51.300 per kg, cabai rawit merah Rp82.800 per kg. Kemudian, harga bawang putih kualitas A yakni Rp29.000 per kg dan kualitas B Rp28.500 per kg.

Baca juga: Enggan jawab impor beras, Wamendag: Stok dan harga sembako terkendali

Sedangkan harga minyak goreng curah yakni Rp12.700 per kg, minyak goreng premium Rp15.300 per kg, dan minyak goreng sederhana Rp13.600 per kg.

Dari harga-harga yang dicatat Kemendag, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan menyampaikan bahwa beberapa harga komoditas terlihat lebih tinggi dari sebelum Ramadhan.

“Dari infografik tersebut terlihat beberapa harga komoditas terlihat lebih tinggi dari sebelum Ramadhan, seperti daging sapi serta daging ayam,” ujar Indra dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.

Menurut Indra, kemungkinan hal tersebut terjadi karena naiknya permintaan pada Ramadhan.

“Untuk daging ayam sendiri, kenaikan juga dipicu oleh adanya kenaikan harga pakan yg menyebabkan naiknya biaya produksi,” ujar Indra.

Baca juga: Jaga pasokan kebutuhan pokok, Mendag tingkatkan sinergi pusat-daerah